BI Pertahankan Suku Bunga di 5.75 %

BI Pertahankan Suku Bunga di 5.75 %

Selasa, 14 Mei 2013 17:01:50 WIB

Monexnews - Indonesia mempertahankan suku bunga yang tidak berubah untuk pertemuan yang ke 15 kalinya berturut-turut seiring adanya ancaman inflasi yang datang dari rencana kenaikan harga BBM yang dapat melampaui resiko dari lambatnya pertumbuhan.

Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dan para anggota dewan menahan suku bunga acuan pada rekor terendah di 5.75 persen, kata bank sentral pada hari ini di Jakarta. Keputusan tersebut sudah diprediksi oleh semua dari 21 ekonom yang di survei oleh Bloomberg News. Ini adalah pertemuan terakhir Darmin Nasution sebelum posisinya digantikan ke mantan menteri keuangan Agus Martowardojo pada akhir bulan ini.

Indonesia bergabung dengan tetangganya di Asia tenggara yaitu Malaysia dalam mempertahankan biaya pinjaman yang stabil walaupun bank sentral lainnnya di wilayah tersebut dari mulai Australia sampai India telah memangkas suku bunga pada bulan ini untuk mendorong pertumbuhan. Pemerintah berencana untuk mengurangi subsidi bahan bakar untuk mengurangi tekanan pada keuangan negara, yang para ekonom prediksi termasuk oleh Chua Hak Bin dari Bank of America Corp, mungkin masalah subsidi BBM dapat menyebabkan inflasi bisa naik sampai 8 persen.

Inflasi masih tinggi dan itu berada di luar kisaran target BI, kata Chua sebelum di umumkannya suku bunga. Dengan pertumbuhan GDP yang melambat, hal tersebut semakin mempersulit pengambilan keputusan oleh Bank Indonesia seiring Indonesia memiliki kepentingan perdagangan pada dua objek tersebut. Tambahnya.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search