Boris Jhonson Gagal Mendorong Untuk Adanya Pemilu Lebih Awal Pasca Parlemen Sahkan RUU Untuk Menunda Brexit

Boris Jhonson Gagal Mendorong Untuk Adanya Pemilu Lebih Awal Pasca Parlemen Sahkan RUU Untuk Menunda Brexit

Kamis, 05 September 2019 08:43:17 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Jhonson telah gagal dalam upayanya untuk menyerukan pemilu yang lebih cepat pada hari Rabu, setelah para anggota parlemen merebut kontrol pada pekan ini dan memberikan suara melalui rancangan undang-undang (RUU) yang bertujuan untuk menghentikan Brexit dengan tanpa kesepakatan.

Pemilu diusulkan untuk tanggal 15 Oktober, namun Perdana Menteri Boris Jhonson gagal meraih dua pertiga suara DPR untuk melaksanakannya. Partai oposisi yaitu partai buruh, nasional Sktolandia dan demokrat liberal semuanya mengatakan bahwa mereka tidak akan mendukung rencana Jhonson bahkan sebelum pemilu dimulai. Hasil voting semalam menunjukkan 298 mendukung untuk mosi dan 56 lainnya menentang, masih kurang 136 suara yang diperlukan.

Pemimpin Inggris masih bisa mencoba opsi lain untuk memaksakan adanya pemilu. Pemerintah dapat mencoba untuk meloloskan undang-undang yang membutuhkan mayoritas suara parlemen yaitu sebesar dua pertiga untuk menyetujui pemilu lebih cepat. Bahkan telah diperdabatkan bahwa Jhonson dapat meminta voting tidak percaya pada pemerintahannya sendiri dan kemudian menyerukan anggota partainya (Konservatif) untuk tidak melakukan voting meskipun hal ini dipandang sangat tidak mungkin.

Pada hari Rabu (4/9) parlemen Inggris telah mensahkan undang-undang baru untuk hentikan Brexit tanpa kesepakatan melalui hasil voting 327 - 299 dan saat ini dapat memaksa Perdana Menteri untuk meminta Uni Eropa untuk menunda kembali kepergian Inggris, yang memiliki batas waktu saat ini hingga 31 Oktober. Uni Eropa harus menyetujui penundaan dan RUU itu juga harus di setujui oleh Dewan Bangsawan yang sebagian besar pro-Uni Eropa di akhir pekan ini
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search