China AKan Tambah Stimulus untuk Rangsang Pertumbuhan Ekonomi

China AKan Tambah Stimulus untuk Rangsang Pertumbuhan Ekonomi

Selasa, 05 Maret 2019 15:47:36 WIB

Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan pada hari Selasa bahwa risiko yang mengancam ekonomi terbesar kedua di dunia itu mungkin memerlukan "aksi mitigasi yang lebih kuat" karena pertumbuhan diperkirakan akan melambat lebih lanjut tahun ini.

Beijing berusaha untuk mempertahankan pertumbuhan yang stabil, sambil mengurangi ketergantungan ekonomi pada utang. Pada saat yang sama, China dan AS terlibat dalam perang dagang yang menyebabkan dua negara ekonomi terbesar di dunia itu saling berbalasan menerapkan tarif impor satu sama lain - yang menurut para analis sebagian merusak aktivitas bisnis di seluruh dunia.

China belum selamat, kata Li pada pembukaan Kongres Rakyat Nasional tahunan. Dia mengumumkan target pertumbuhan ekonomi resmi adalah 6 persen hingga 6,5 persen tahun ini, turun dari ekspansi 6,6 persen pada 2018.

"Banyak risiko dan potensi masalah yang telah terbangun selama bertahun-tahun menuntut tindakan mitigasi yang lebih kuat, tetapi dengan melakukan itu kita perlu mematuhi hukum obyektif dan mengambil pendekatan yang tepat," kata Li, menurut versi resmi bahasa Inggris dari sambutannya yang disiapkan.

"Pendekatan kami harus tegas, terkendali, dan sistematis, dan itu harus diterapkan dengan tingkat intensitas yang tepat," tambahnya.

Selama pidato pembukaannya, Li mengumumkan pemotongan pajak dan biaya senilai hampir 2 triliun yuan ($ 289,28 miliar). Secara khusus, perdana menteri mengatakan tarif pajak pertambahan nilai untuk sektor manufaktur akan berkurang dari 16 persen menjadi 13 persen, sementara pajak untuk transportasi dan konstruksi akan dipotong dari 10 persen menjadi 9 persen.

Selain itu, Li mengumumkan rencana untuk meningkatkan pembiayaan infrastruktur negara itu: Sekitar 2,15 triliun yuan obligasi khusus pemerintah daerah akan dikeluarkan tahun ini untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran untuk proyek-proyek utama.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search