China akan Toleransi Perlambatan Ekonomi Nasional

China akan Toleransi Perlambatan Ekonomi Nasional

Rabu, 10 Juli 2013 10:50:34 WIB

Monexnews - Pemerintah China bertekad untuk terus melakukan restrukturisasi ekonomi apabila laju pertumbuhan, pasar tenaga kerja dan stabilitas harga terkendali. Demikian penegasan Perdana Menteri Li Keqiang dalam sebuah pernyataan yang dirilis pemerintah dalam website-nya. "Selama indikator-indikator utama dan tingkat inflasi tidak melampaui target kami, maka program restrukturisasi dan reformasi bisa terus dilanjutkan," urai Li. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat membuka ruang bagi reformasi, dan reformasi itu nantinya dapat memberi momentum kemajuan ekonomi di masa depan. Namun demikian, sang perdana menteri tidak menyebut secara konkrit target seperti apa yang harus dicapai oleh indikator ekonomi. Pernyataan pemerintah seakan menjadi tanda bahwa kabinet Li Keqiang akan mentoleransi perlambatan ekonomi untuk sementara waktu. Beijing terlihat menginginkan reformasi jangka panjang yang berorientasi pada konsumsi dan ekonomi masyarakat yang tidak lagi bergantung pada investasi pemerintah pusat. Gross domestic product China diprediksi menurun jadi hanya 7.5% (on year) di kuartal II atau lebih rendah dibanding catatan triwulan pertama lalu, 7.7%. Setidaknya estimasi itulah yang dilontarkan oleh 18 ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Jika benar adanya, maka rasio pertumbuhan itu akan menjadi pertumbuhan GDP terburuk sejak kuartal III 2012. Pemerintah mengklaim permintaan terhadap tenaga kerja masih kuat, di mana rasio permintaan dan persediaan SDM berada di level 1.07. Artinya, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pelaku bisnis masih lebih tinggi dibanding ketersediaannya di pasar. Sementara itu, tingkat inflasi konsumen meningkat di bulan Juni namun kenaikannya belum mencerminkan geliat ekonomi di berbagai sektor di tengah program reformasi pemerintah. Consumer price index naik 2.7% (on year) pada bulan Juni lalu dan rasio peningkatannya lebih tinggi dibanding estimasi analis (2.5%) dan catatan bulan sebelumnya (2.1%). (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search