China Berangus Penggunaan Antivirus Asing

China Berangus Penggunaan Antivirus Asing

Senin, 04 Agustus 2014 14:43:34 WIB

Monexnews - Program nasionalisasi digalakkan oleh pemerintah China di berbagai sektor, termasuk industri teknologi. Salah satu kebijakan terbarunya adalah melarang penggunaan antivirus asal Amerika Serikat dan Rusia di setiap jaringan sistem informasinya.

China mendepak Symantec dan Kaspersky dari daftar antivirus terpercaya yang dipergunakan dalam aktivitas birokrasinya. Pihak supplier sudah diberitahukan untuk tidak memasok kedua software tersebut atas alasan nasionalisasi produk teknologi. Sebagai gantinya, pemerintah memasukkan lima antivirus buatan lokal ke dalam daftar software pesanan yakni Qihoo 360, Venustech, CAJinchen, Beijing Jiangmin dan Rising.

Pihak Kaspersky mengklaim tidak mendapat pemberitahuan apapun soal kabar tersebut. "Kami akan berbicara dengan pemerintah China untuk memperoleh kejelasan. Terlalu prematur untuk berkomentar saat ini," ujar Alejandro Arango, Juru Bicara Kaspersky.

Pihak Beijing memang semakin agresif mempromosikan produk buatan dalam negeri, khususnya dalam penggunaan di sektor teknologi. Bocornya isu-isu keamanan berbagai negara dari Edward Snowden (kontraktor NSA) membuat China bersemangat mengembalikan sumber daya teknologi ke tangan anak negeri. Pemerintah takut rahasia dan lalu lintas informasi penting tercuri akibat penggunaan software dari luar negeri, termasuk antivirus.

Sejak Snowden membocorkan rahasia negara kepada dunia, beberapa perusahaan Amerika yang beroperasi di China ketiban getahnya. Cisco Systems Inc, International Business Machines Corp (IBM) dan Microsoft Corp (MSFT) kehilangan basis konsumen di Tiongkok karena pemerintahnya mengutamakan produk buatan lokal. Sejak bulan Mei lalu, otoritas bahkan sudah melarang penggunaan sistem operasi Windows 8 dalam setiap aktivitas pemerintahan di pusar dan daerah. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search