Tiongkok Merespons AS Setelah Departemen Keuangan Menuduh Beijing sebagai  Manipulator Mata Uang

Tiongkok Merespons AS Setelah Departemen Keuangan Menuduh Beijing sebagai Manipulator Mata Uang

Selasa, 06 Agustus 2019 21:55:51 WIB
Bank sentral Tiongkok telah dengan tegas menolak tuduhan Departemen Keuangan AS atas Beijing sebagai manipulator mata uang, dengan mengatakan bahwa tuduhan itu telah secara serius merusak tatanan keuangan internasional dan mendorong gejolak pasar lebih lanjut.

Tanggapan dari People's Bank of China datang pada saat ketegangan perdagangan yang meningkat dengan cepat antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Pada hari Senin, Departemen Keuangan AS menuduh Beijing sengaja memengaruhi nilai tukar antara yuan dan dolar AS untuk mendapatkan keunggulan kompetitif yang tidak adil dalam perdagangan internasional.

Langkah ini memenuhi janji Presiden Donald Trump untuk mengakui Cina sebagai manipulator mata uang untuk pertama kalinya sejak 1994.

Pengumuman dari Bank Sentral Tiongkok tersebut mendorong penurunan tajam dalam yuan terhadap dolar AS. Mata uang Tiongkok menembus level 7 yuan per dolar untuk pertama kalinya sejak 2008. Penurunan nilai mata uang tersebut membuat produk negara yang bersangkutan lebih murah di pasar internasional.

(Ahmad)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search