Dana Cadangan dari Bilateral Swap Sudah Mencukupi

Dana Cadangan dari Bilateral Swap Sudah Mencukupi

Senin, 25 November 2013 10:53:23 WIB

Monexnews - Pemerintah memastikan dana cadangan melaluibilateral swap belum perlu untuk ditambah. Pasalnya, kondisi cadangan devisa saat ini mulai mengalami peningkatan kembali dan arus modal asing terus mengalir ke dalam negeri, khususnya pasar obligasi. "Second line of defence cukup dan saat ini belum (penambahan billateral swap), karena cadangan devisanya naik terus akibat Bank Indonesia tidak melakukan intervensi di pasar uang," ujar Menteri Keuangan M. Chatib Basri di Jakarta, Jumat (22/11). Seperti diketahui, Bank Indonesia sudah mendapatkan cadangan dana untuk menghadapi dan mengantisipasi dampak dari ketidakstabilan perekonomian global belakangan ini, melaluibillateral swap dengan beberapa negara dan ASEAN sejumlah USD47 miliar. Masing-masing dari Cina sebesar USD15 miliar, Jepang sebesar USD12 miliar, Korea Selatan sebesar USD10 miliar, dan dari anggota ASEAN melalui Chiang Mai Initiative sebesar USD10 miliar. Bank sentral saat ini, sambung dia, tidak melakukan intervensi terhadap rupiah karena mengikuti pergerakan pasar, sehingga tidak menggerus cadangan devisa. Hal ini terlihat dari angka cadangan devisa yang meningkat menjadi USD97 miliar, padahal Bulan Agustus berada di level USD92 miliar. Di samping itu, tambah Chatib, pasar obligasi di Indonesia masih cenderung baik, bahkan dilihat dari penerbitan Surat Utang Negara (SUN) terakhir menunjukan masih terjadi net inflowdengan incoming bids, atau penawaran yang masuk mencapai Rp22,7 triliun dari jumlah yang diserap pemerintah sebesar Rp12 triliun. "Jadi pasar obligasi masih ada inflow ini juga membuat cadangan devisanya naik terus," urainya. Ia mengakui, dalam dua minggu terakhir ada kekhawatiran dari pasar terhadap tappering offoleh bank sentral Amerika Serikat (AS), sehingga pasar keuangan di Indonesia berada pada zona merah. Namun, Calon Gubernur The Fed Janet Yellen berkomitmen untuk melakukan proses penarikan stimulus secara gradual. "Buat kita yang paling penting, tappering off itu pasti akan terjadi karena itu kita musti lakukan persiapan salah satunya simulasi seperti kemarin," terangnya. Untuk menghadapi ketidakpastian di tahun depan, pihaknya menegaskan tetap mencadangkan anggaran di beberapa pos seperti cadangan risiko fiskal, cadangan energi, cadangan pangan, maupun cadangan pemilu. "Stabilization fund-nya disiapkan, bahkan sekarang lebih lagi. Ditambah lagi dengan paket kebijakan ekonomi dalam rangka untuk mempersiapkan itu," pungkasnya. (ans) (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search