Data Ekonomi China Buruk, Pasar Menanti Hasil Negosiasi Dagang

Data Ekonomi China Buruk, Pasar Menanti Hasil Negosiasi Dagang

Jum'at, 15 Februari 2019 14:50:37 WIB

Indeks harga konsumen China di bulan Januari dirilis lebih rendah dari ekspektasi. Data menunjukan di Januari (y/y) inflasi China tumbuh 1,7% sedangkan sebelumnya pada Desember (y/y) tumbuh hingga 1,9%. Penurunan harga pangan menjadi salah satu yang membuat inflasi China tidak tumbuh sesuai ekspektasi.

Disamping itu indeks harga produksi China juga hanya tumbuh 0,1% lebih rendah dari ekspektasi 0,3%. Bahkan jauh lebih rendah dibandingkan pada bulan Desember (y/y) yang tumbuh 0,9%.

Melambatnya laju pertumbuhan inflasi di bulan Januari ternyata membukukan pelemahan selama tujuh bulan berturut-turut. Para analis melihat bahwa dampak dari ketegangan hubungan dagang AS-China masih menjadi katalis utama. Sehingga final negosiasi dua negara tersebut akan sangat menentukan dampak selanjutnya. Terutama terhadap perekonomian China.

Mengutip Reuters, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan bahwa dua orang delegasinya akan bertemu dengan Presiden China Presiden Xi Jinping hari ini. Meski begitu, mereka belum akan menentukan final negosiasi yang tenggat waktunya pada 1 Maret mendatang. Sebelumnya Bloomberg melaporkan kalau Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk mengulur waktu penentuan final negosiasi selama 60 hari dari tanggal 1 Maret.

Selama penguluran waktu tersebut, Trump tidak akan menaikkan tarif impor kepada China.


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search