Data Ekonomi Lemah Akan Memaksa Kesepakatan Perdagangan AS-China

Data Ekonomi Lemah Akan Memaksa Kesepakatan Perdagangan AS-China

Jum'at, 18 Januari 2019 11:32:51 WIB

Perkembangan pembicaraan perdagangan AS-China menunjukkan beberapa tanda positif. Kedua pihak mulai menunjukkan sikap akan melonggarkan kebijakan tarif impor. Australia and New Zealand (ANZ) Banking Group menilai, selain karena pelonggaran kebijakan, data terbaru ekonomi akan memaksa kedua perekonomian terbesar dunia membuat kesepakatan perdagangan.

ANZ Bank menilai gejolak di pasar keuangan dan perlambatan ekonomi kemungkinan akan memaksa AS dan China menuju kesepakatan perdagangan.

Trump memulai perang dagang dengan China pada kuartal kedua 2018. Sejak itu, kedua belah pihak telah memberlakukan tarif impor satu sama lain, (tat for tat) yang menyebabkan ketidakstabilan pasar dan meningkatkan kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global.

Tanda-tanda dari perundingan perdagangan baru-baru ini menjanjikan dan telah meningkatkan optimisme pasar. China kembali mengimpor kedelai dan menurunkan tarif impor mobil asal AS.

Hari ini beredar kabar Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengusulkan untuk mengangkat semua atau beberapa tarif impor produk China untuk memberi Beijing alasan untuk membuat konsesi yang lebih dalam dalam pembicaraan perdagangan yang sedang berlangsung antara kedua negara.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search