Data Niaga Jepang Hidupkan Kembali Spekulasi Stimulus BOJ

Data Niaga Jepang Hidupkan Kembali Spekulasi Stimulus BOJ

Senin, 21 April 2014 09:30:49 WIB

Monexnews - Laju pertumbuhan tahunan tingkat ekspor Jepang melambat tajam di bulan Maret akibat berkurangnya tingkat ekspor ke China, menimbulkan keraguan bahwa pemulihan permintaan eksternal dapat membantu meredam dampak kenaikan pajak penjualan tanggal 1 April lalu. Data dari Menteri Keuangan menunjukkan tingkat ekspor naik 1.8% di bulan Maret dari setahun lalu, menyusul kenaikan sebesar 9.8% pada bulan sebelumnya, dan jauh di bawah ekspektasi ekonom untuk kenaikan sebesar 6.3%. Lemahnya sektor ekspor mendorong defisit perdagangan Jepang menuju rekor tiggi pada 13.75 trilyun yen (80.05 milyar pound) untuk tahun fiskal yang berakhir di bulan Maret.

Data terkini ini menambah serentetan data termasuk belanja modal dan konsumsi sektor swasta, yang telah menghidupkan kembali ekspektasi bahwa

Bank of Japan akan merilis stimulus tambahan pada musim panas ini untuk menopang tingkat pertumbuhan. Setelah melaju lebih cepat dari negara maju lainnya pada semester pertama tahun lalu, perekonomian Jepang telah melambat dalam beberapa kuartal belakangan ini seiring dampak stimulus agresif dari Tokyo memudar. Kecemasan koreksi yang lebih dalam telah menekan sentimen investor dan bursa saham tahun ini, meski pemeirntah Jepang mengatakan telah bersiap untuk melihat adanya penurunan jangka pendek pada tingkat pertumbuhan. BOJ telah berulang kali menepis spekulasi pelonggaranlebih lanjut, bersikeras bahwa perekonomian sedang berada dalam jalur menuju target inflasi sebesar 2%, namun beban mungkin lebih berat ke pemerintah untuk mengambil langkah lebih lanjut guna menopang sektor investasi bisnis.

"Tingkat ekspor lemah karena produk Jepang tidak kompetitif seperti dulu," ucap Yasuo Yamamoto, ekonom senior pada Mizuho Research Institute. "Hal ini menandakan perekonomian akan sulit pulih pasca kenaikan pajak penjualan. Pemerintah harus membenahi strategi pertumbuhannya untuk membuat perusahaan Jepang lebih kompetitif."

Pelemahan pada sektor ekspor penggerak utama perekonomian terbesar ketiga di dunia tersebut telah menjadi sebuah kecemasan bagi pemerintah, yang bergantung pada ekspor untuk membantu meredam penurunan tingkat permintaan domestik pasca kenaikan pajak penjualan menjadi 8% dari 5%. Ekspor Jepang menuju China naik dalam laju tahunan sebesar 4.3% di bulan Maret, menandai perlambatan dari laju tahunan sebesar 27.6% di bulan Februari. Sektor ekspor masih sulit untuk melaju kendati adanya pelemahan yen, yang mana mendorong biaya impor, yang berujung pada rekor defisit perdagangan 21 bulan berturut-turut.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search