Defisit Neraca Perdagangan Jepang Kian Membengkak

Defisit Neraca Perdagangan Jepang Kian Membengkak

Senin, 21 April 2014 08:39:15 WIB

Monexnews -

Lemahnya pertumbuhan ekspor Jepang saat ini telah menyebabkan membengkaknya defisit perdagangan di bulan Maret, sehingga hal itu menambah tantangan bagi Perdana Menteri Shinzo Abe dalam menjalankan roda perekonomian setelah kenaikan pajak penjualan 1 April lalu.

Menurut laporan Departemen Keuangan di Tokyo hari ini, neraca defisit (trade balance) tercatat kian bertambah menjadi 1,45 triliun yen (US$ 14.1). Angka itu jauh berbeda dengan estimasi median dari 28 ekonom dalam survei Bloomberg News yang memperkirakan defisit sebesar 1.08 triliun. Sedangkan angka ekspor ke luar negeri naik sebesar 1,8%, merosot jauh dari bulan sebelumnya di angka 9.8% dan di bawah prediksi 6.3%. Sementara tingkat impor melonjak hingga 18,1%, naik dua kali lipat dari bulan sebelumnya di angka 9%. Besarnya pengeluaran menjelang kenaikan pajak telah mendorong permintaan terhadap barang-barang luar negeri, sedangkan lonjakan harga energi akibat pelemahan yen dan tutupnya fasilitas nuklir juga telah menaikkan angka defisit terbesar untuk bulan Maret. Di sisi lain, merosotnya kepercayaan konsumen menunjukkan permintaan domestik akan berlanjut melemah. Sementara melambatnya pertumbuhan ekspor meneguhkan permintaan eksternal akan gagal memberikan banyak dukungan terhadap ekonomi sepanjang kuartal ini. (dar)


(dar)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search