Demi Perangi ISIS, Prancis Rela Tabrak Batas Defisit Anggaran

Demi Perangi ISIS, Prancis Rela Tabrak Batas Defisit Anggaran

Kamis, 19 November 2015 11:09:42 WIB

Monexnews - Teror bom yang menewaskan lebih dari 130 orang di kota Paris membuat Presiden Prancis, Francois Hollande, marah besar. Ia berniat menambah anggaran belanja militer untuk memerangi grup teroris ISIS di Timur Tengah. Hollande tidak akan segan menabrak batas defisit anggaran yang diatur oleh Uni Eropa asalkan negaranya kembali aman. Dalam pidatonya di hadapan parlemen semalam, Hollande menyatakan Prancis dalam kondisi perang. Oleh karena itulah fokus pemerintah terpusat pada perlindungan warganya dengan cara memperkuat keamanan dan pertahanan. Supaya tidak kecolongan lagi, Prancis membutuhkan sumber dana belanja yang besar dari pos anggaran nasional. Hollande akan mengabaikan batas defisit untuk sementara waktu demi memerangi ISIS. "Faktor keamanan lebih penting sekarang karena Prancis sedang berperang," ujarnya. Titah Hollande akan otomatis membatalkan wacana pemotongan anggaran untuk pertahanan militer. Pemerintah akan membuka kran belanja untuk perang sampai dengan tahun 2019, atau sampai krisis keamanan benar-benar ditangani. Hollande sendiri belum menyebutkan detil kenaikan anggaran belanja militer pasca serangan bom Paris. Pemerintah sudah merekrut sekitar 17.000 orang untuk memperkuat keamanan dan membantu kerja kementerian dalam negeri, di antaranya termasuk 5.000 polisi baru dan jaksa, 1.000 petugas bea cukai dan 2.500 sipir penjara. Hollande mengklaim penambahan sumber daya manusia tersebut menyumbang pengeluaran terbesar dalam APBN. Pemerintah berdalih kenaikan belanja pertahanan tidak akan mengganggu stabilitas keuangan. Lebih dari itu, tingkat keamanan yang lebih baik akan membantu upaya percepatan ekonomi di negara itu. Salah satu contohnya adalah penurunan minat wisata setelah serangan teroris. Jika kondisi keamanan nantinya membaik, maka kepercayaan warga dunia terhadap industri pariwisata akan ikut pulih dan menghasilkan pemasukan. Bloomberg dalam rilisnya menyebut rencana Prancis untuk mengurangi defisit anggaran sudah tertunda beberapa kali. Hollande sempat berjanji akan memperkecil defisit anggaran menjadi 3,3% dari produk domestik bruto di 2016 dan 2,7% di 2017. Komisi Eropa tidak yakin Prancis mampu memenuhi target itu, dan memperkirakan defisit negara itu akan menjadi 3,4% dari PDB pada tahun depan. Kemudian baru pada 2017, defisit anggarannya menyusut jadi 3,3%. Sementara tingkat hutang Prancis diprediksi meningkat dari 96,5% dari total PDB menjadi 100%. Kondisinya bisa semakin kronis apabila rasio hutang yang besar memicu deflasi. Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Prancis meningkat 0,3% pada kuartal III tahun ini tetapi angka pengangguran berada di level 10,7% dan meningkat dalam beberapa bulan terakhir. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search