Dibeli Perusahaan Asia, Forbes Laku Rp5.5 triliun

Dibeli Perusahaan Asia, Forbes Laku Rp5.5 triliun

Senin, 21 Juli 2014 11:27:36 WIB

Monexnews - Salah satu media paling berpengaruh di dunia bisnis, Forbes, terjual kepada investor asal Asia. Walaupun tidak ada pengumuman resmi terkait klausul transaksi, nilai penjualan Forbes diklaim mencapai $475 juta atau sekitar Rp5.5 triliun.

Forbes adalah perusahaan media asal Amerika Serikat spesialis pemeringkat di dunia bisnis dan aset. Hasil investigasinya kerap dijadikan referensi media lain untuk mengukur beberapa hal, misalnya soal kekayaan seorang pebisnis atau atlet. Perusahaan keluarga ini sudah berdiri sejak tahun 1917, dan pemiliknya akan tetap mendapat sebagian saham pasca penjualannya pekan lalu.

Pemilik Forbes yang baru, Integrated Whale Media Investment adalah perusahaan asal Hong Kong. Integrated sendiri adalah perusahaan hasil konsorsium beberapa korporasi raksasa Asia termasuk bank investasi milik Wayne Hsieh, orang kaya asal Singapura.

Steve Forbes adalah generasi ke-tiga dari keluarga Forbes yang menjalankan bisnis
majalah sampai sekarang. Sementara pasca akuisisi, kerabatnya yaitu B.C Forbes dan Malcolm Forbes, akan tetap menjabat sebagai chairman dan kepala editorial. Adapun orang non-keluarga pertama yang menduduki posisi strategis, yakni Mike Perlis, akan tetap menduduki posisi presiden dan CEO meskipun perusahaan sudah dikuasai oleh investor asing.

Forbes sendiri sudah mencari pembeli potensial sejak November tahun lalu. Dengan sirkulasi majalah mencapai 930.558 eksemplar, majalah ini termasuk dalam 3 media bisnis paling laris di Amerika di bawah Money Magazin milik Time Inc dan Bloomberg Businessweek. Forbes Media juga memiliki media online serta mempunyai saham di situs berita lainnya, seperti Real Clear Politics.

Sama seperti media cetak sejenis, Forbes juga gagal mengimbangi kemajuan teknologi digital dalam beberapa tahun terakhir. Pergeseran budaya membaca dari majalah kertas ke media online membuat pemasukan iklan perusahaan turun 5% pada tahun 2013 lalu. Sementara halaman iklan juga anjlok 10% atau di atas rata-rata perusahaan di industrinya.


(dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search