Dolar AS Jatuh  Karena Data Yang Melemah

Dolar AS Jatuh Karena Data Yang Melemah

Jum'at, 14 September 2018 16:41:53 WIB
Dolar AS turun terhadap mata uang lainnya pada hari Jumat setelah data inflasi yang lebih lemah dari yang diharapkan karena investor khawatir bahwa Federal Reserve dapat memperlambat kenaikan suku bunga.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,06% menjadi 94,47 pada pukul 16.38 WIB. Pada data Kamis menunjukkan bahwa harga konsumen di AS naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Agustus, meningkat 0,2% dibandingkan dengan ekspektasi kenaikan 0,3%.

Angka inflasi datang hanya sehari setelah data menunjukkan indeks harga produsen turun 0,1% bulan lalu, meningkatkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve dapat mengurangi kebijakan moneternya.

Investor juga melihat ke depan untuk kebingungan data ekonomi di kemudian hari, dengan penjualan ritel, impor dan harga ekspor dan produksi industri keluar.

Sementara itu upaya pembicaraan perdagangan antara AS dan China mendingin setelah Presiden AS Donald Trump men-tweet bahwa negara "tidak berada di bawah tekanan untuk membuat kesepakatan dengan China."

China telah menerima undangan untuk pembicaraan perdagangan baru akhir bulan ini dalam upaya untuk mencegah tarif baru tetapi sebuah editorial di surat kabar milik negara China Daily mengatakan bahwa Beijing tidak akan "menyerah pada tuntutan AS."

(Ahmad)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search