Draghi Menolak Untuk Kembali Membantu Yunani

Draghi Menolak Untuk Kembali Membantu Yunani

Kamis, 05 September 2013 20:57:06 WIB

Monexnews - Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi pada hari Kamis kembali menegaskan bahwa bank sentral tidak akan berpartisipasi untuk bantuan tambahan untuk meringankan beban hutang Yunani, mengingat hal itu akan sama saja dengan pembiayaan negara secara langsung. "Cukup jelas bahwa kita tidak dapat melakukan pembiayaan moneter," ucap Draghi, terkait perjanjian awal bank sentral yang melarang pembiayaan langsung.

Pihak kreditur internasional memperkirakan Yunani dapat membutuhkan tambahan 10 milyar euro (13.2 milyar dollar) hingga bulan September, seiring berusaha untuk memenuhi kekurangan pendanaan. Draghi mengatakan itu merupakan Eurogroup yang harus memutuskan mengenai apakah ingin memperpanjang program bantuan untuk Yunani saat ini atau tidak, dan jika mereka memutuskan untuk membantu, maka Yunani harus menerima syarat tambahan.

Komentar Draghi menyusul pernyataan dari kepala Eurogroup Jeroen Dijsselbloem sebelumnya yang mengatakan bahwa realistis untuk mengasumsikan Yunani akan membutuhkan dana tambahan dari negara zona euro lainnya. ECB mempertahankan tingkat suku bunga pada hari Kamis, seiring aktivitas di zona euro mulai pulih, namun dengan laju yang lambat.

"Saya dapat merasakan antusiasme pasar, ini beru permulaan. Outlooknya masih sangat cerah," ucap Draghi, terkait aktivitas ekonomi di kawasan Eropa. Dalam konferensi pers, ia kembali menegaskan keputusan ECB untuk menahan tingkat suku bunga di rekor rendah untuk lebih lama lagi . "Langkah kebijakan moneter kami akan tetap akomodatif selama diperlukan, sesuai dengan petunjuk di bulan Juli lalu. Dewan ECB mengkonfirmasi harapan bahwa tingkat suku bunga ECB untuk berada pada level saat ini atau lebih rendah lagi untuk waktu yang lebih lama," ucap Draghi.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search