Dua Pertiga CFO AS Yakin Resesi Terjadi di Kuartal III-2020

Dua Pertiga CFO AS Yakin Resesi Terjadi di Kuartal III-2020

Kamis, 18 April 2019 12:22:29 WIB

CFO Amerika Serikat khawatir resesi ekonomi akan terjadi pada kuartal ketiga tahun depan, menurut Duke CFO Global Business Outlook Survey terbaru, yang dirilis Rabu.

Survei ini menghasilkan tanggapan dari lebih dari 1.500 pejabat keuangan utama perusahaan terkemuka, termasuk 469 dari Amerika Utara, dan menunjukkan bahwa 67% dari mereka yang disurvei memperkirakan ekonomi AS akan mengalami resesi pada kuartal ketiga 2020, dan 84% percaya resesi akan dimulai pada kuartal pertama 2021. Sebanyak 38% responden memperkirakan resesi pada kuartal pertama tahun depan.

John Graham, profesor keuangan Fuqua School of Business di Duke University dan direktur survei, mengatakan kepada MarketWatch bahwa walaupun CFO tidak pesimis seperti tiga bulan lalu, tidak biasa dalam sejarah survei untuk bagian yang besar dari responden untuk memprediksi resesi akan datang, hanya 16 bulan dari sekarang.

"Prediksi resesi lebih dekat dari biasanya, dengan dampaknya lebih besar" dari responden menunjukkan ketakutan resesi, kata Graham.

Survei kuartal terakhir menunjukkan tingkat pesimisme yang lebih besar, dengan hampir setengah dari responden memperkirakan resesi pada akhir 2019. Graham berspekulasi bahwa angka-angka ini sangat dipengaruhi oleh anjloknya pasar saham di kuartal keempat, ketika indeks S&P 500 di Wall Street hampir 20% terjun bebas dari tertinggi September.

Kali ini, survei menunjukkan eksekutif sebagai relatif bullish untuk tahun kalender saat ini, dengan median responden memperkirakan bahwa perusahaan mereka akan meningkatkan pengeluaran modal sebesar 5% selama 12 bulan ke depan, sementara meramalkan lapangan kerja di perusahaan mereka naik 2% dan upah naik 3%.

Namun demikian, Graham mengatakan ada tren yang jelas tentang memburuknya optimisme di kalangan CFO Amerika, karena jumlah eksekutif yang disurvei yang telah tumbuh lebih optimis tentang ekonomi AS telah turun dari 53,3% setahun lalu menjadi 24,1% hari ini.

Sementara itu, kata Graham, pertumbuhan angka investasi dan lapangan kerja tidak konsisten dengan kekhawatiran resesi dalam waktu 16 bulan, karena investasi dan pertumbuhan lapangan kerja tertinggal indikator pertumbuhan ekonomi yang biasanya terus meningkat hingga ekonomi mulai berkontraksi.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search