ECB Coeuré: Reformasi Struktural Masih Dibutuhkan Zona Euro

ECB Coeuré: Reformasi Struktural Masih Dibutuhkan Zona Euro

Jum'at, 17 Oktober 2014 14:59:07 WIB

Monexnews - Pemerintah di zona euro harus mereformasi perekonomian mereka untuk mengambil keuntungan penuh dari kebijakan yang bertujuan meningkatkan permintaan, ucap anggota dewan eksekutif European Central Bank, Beno t Coeur pada hari Jumat. Tidak masuk akal jika negara di Eropa menghentikan reformasi saat ini. Hal itu akan berarti menanggung penderitaan namun tidak mendapatkan hasil. dan hal tersebut hanya akan membuat kita lebih sulit keluar dari krisis, ucap Coeur dalam pernyataan pada konferensi di Riga, Latvia. Pernyataan dari Coeur dirilis di tengah munculnya kembali kecemasan mengenai outlook pertumbuhan zona euro.

Gross domestic product stagnan di kuartal kedua dan data belakangan ini menunjukkan laju pertumbuhan yang bertambah cepat sedikit di kuartal ketiga. Sementara itu, inflasi telah melemah ke level yang jauh di bawah target ECB. Laju inflasi konsumen hanya naik sebanyak 0.3% di bulan September dari setahun lalu, jauh di bawah target ECB yaitu tipis di bawah 2% dalam jangka menengah. Target inflasi tersebut "adalah jangkar bagi proses penyesuaian dan merupakan tugas kami untuk mengembat mandat tersebut, ucapnya. Sebagai bagian dari usaha tersebut, ECB telah mengambil sejumlah kebijakan stimulus dalam beberapa bulan belakangan termasuk pemangkasan suku bunga ke rekor rendah dan juga program pinjaman bank dan sektor swasta baru. Dengan tingkat suku bunga di dekat nol, bank sentral dapat mendorong tingkat permintaan dalam perekonomian dengan meningkatnya jumlah neracanya, dengan begitu akan menaikkan suplai uang. Hal ini apa yang telah dilakukan dan akan terus dilakukan oleh ECB, ucap Coeur .
Usaha pemerintah yang bertujuan untuk memperbaiki pasar tenaga kerja dan produktivitas tidak akan mendapatkan dampak negatif pada perekonomian dalam jangka pendek, ucap Coeur . Sebagian banyak dari reformasi tersebut yang telah memicu penurunan pada tekanan harga dan kenaikan suku bugna riil telah dilakukan, dan dampaknya sedang memasuki perekonomian saat ini, ucapnya. Reformasi yang tersisa lebih mengenai mendorong tingkat permintaan investasi dan produktivitas sehingga menaikkan tingkat pertumbuhan. Penderitaan pengangguran muda dan jangka panjang di negara-negara zona euro seharusnya cukup sebagai insentif bagi reformasi," ucapnya.

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search