ECB Menunggu Dampak Kenaikan Upah ke Inflasi Sebelum Menaikkan Bunga

ECB Menunggu Dampak Kenaikan Upah ke Inflasi Sebelum Menaikkan Bunga

Selasa, 19 Juni 2018 17:56:54 WIB

Bank Sentral Eropa akan bersabar untuk menerapkan kebijakan pengetatan moneter lebih lanjut, demikian pernyataan Presiden ECB Mario Draghi, Selasa (19/6/2018).

ECB memutuskan pekan lalu untuk mengakhiri program pembelian obligasi 2,6 triliun euro pada penutupan tahun ini tetapi mengatakan suku bunga akan tetap tidak berubah, setidaknya sampai musim panas tahun depan. Pernyataan ini setidaknya membuat pasar berekspektasi kenaikan suku bunga dilakukan antara Juli 2019 hingga September 2019.

Tapi ketidakpastian meningkat ketika ancaman perang perdagangan global membayangi, sementara kenaikan inflasi masih jauh dari pasti karena upah yang lebih tinggi tidak menciptakan kenaikan harga konsumen yang lebih cepat, kata Draghi di forum kebijakan khas ECB di Sintra, Portugal.

"Kami akan tetap sabar dalam menentukan waktu kenaikan bunga pertama kalinya dan akan mengambil pendekatan bertahap untuk menyesuaikan kebijakan setelahnya," kata Draghi.

EURUSD diperdagangkan melemah di tengah tensi perdagangan antara AS-China yang memanas sejak akhir pekan. Zona euro terkena imbas karena AS juga mengancam tarif serupa pada barang impor asal Uni Eropa terutama baja dan aluminium.

Saat penulisan, EURUSD diperdagangkan di 1.1543, terkoreksi 0,67% dari penutupan sesi Amerika kemarin.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search