ECB Tunggu Penyelidikan Polisi Terkait Kasus Hacker

ECB Tunggu Penyelidikan Polisi Terkait Kasus Hacker

Jum'at, 25 Juli 2014 11:02:27 WIB

Monexnews - Bank Sentral Eropa (ECB) masih mengusut kasus pembobolan data informasi pengunjung website-nya. Bekerjasama dengan kepolisian Frankfurt, ECB bertekad mengungkap dalang di balik peristiwa ini. European Central Bank kemarin mengumumkan bahwa terjadi pencurian pada sistem teknologi informasinya. Sebanyak 20 ribu alamat email dan data pribadi dari orang-orang yang mendaftarkan diri pada berbagai kegiatan bank sentral dibobol oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. "Terjadi pembobolan sistem keamanan dalam database kami yang terkait dengan website untuk publik. Pihak peretas berhasil mencuri data alamat email dan data pribadi lainnya dari para peserta yang berpartisipasi dalam berbagai event resmi ECB," demikian pernyataan resmi bank sentral. Namun demikian, otoritas moneter tertinggi di Eropa itu menegaskan tidak terjadi penembusan sistem internal, sehingga data yang sensitif terhadap pergerakan pasar keuangan masih tersimpan dengan baik. Sejauh pemantauan ECB, data yang berhasil ditembus hanya meliputi daftar registrasi peserta event-event bank sentral, seperti konferensi dan kunjungan tertentu. Bagian ini terpisah dari sistem penyimpanan data internal ECB yang jauh lebih sensitif. Muncul berbagai spekulasi tentang pihak yang bertanggungjawab atas kejahatan cyber terhadap bank sentral. Termasuk mengaitkan kasus ini dengan aktivitas hacker asal Rusia, yang beberapa tahun belakangan memang giat menyerang situs web institusi maupun perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa. Pada tahun 2010 silam, sekelompok peretas dari Rusia dilaporkan telah menanam 'bom waktu' pada sistem perdagangan indeks saham Nasdaq di New York. Bom berupa malware yang sudah di-setting waktu pelepasannya itu akhirnya tidak pernah 'meledak' seperti yang ditakutkan. Terlepas dari banyaknya kemungkinan yang ada, ECB dan kepolisian Jerman enggan berspekulasi dan lebih memilih untuk menunggu petunjuk lebih lanjut. Press release dikeluarkan kemarin oleh ECB setelah datang email dari pihak peretas yang berisi permintaan tebusan untuk data yang dicuri. Pihak IT internal mengakui bahwa sebagian data pengunjung sudah ter-enkripsi. Tetapi khusus untuk email, alamat rumah dan nomor telepon, datanya memang tidak di-enkripsi. ECB mengatakan telah menghubungi setiap orang yang namanya ada dalam database yang tercuri. Bank sentral bahkan harus mengubah password-nya untuk menutup celah bagi hacker kambuhan. (dim) (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search