Ekonomi AS Membaik, RI Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

Ekonomi AS Membaik, RI Berpotensi Tumbuh Lebih Tinggi

Selasa, 06 Mei 2014 15:10:47 WIB

Monexnews - Pemerintah berharap, perbaikan ekonomi Amerika Serikat dapat menggeliatkan sektor ekspor di Indonesia. Hal ini diperkirakan akan dapat membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level yang lebih tinggi. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2014 sebesar 5,21 persen atau lebih rendah dibanding proyeksi pemerintah. Angka ini memang lebih rendah dari perkiraan saya, PDB (Produk Domestik Bruto) Q1 2014 hanya tumbuh 5,21 persen YoY (year on year) dan 0,95 persen qtq (quarter to quarter), ujar Menteri Keuangan M. Chatib Basri di Jakarta, Senin (5/5). Menurutnya, perlambatan ekonomi kali ini disebabkan adanya penurunan ekspor yang cukup dalam, yaitu sebesar 0,78 persen secara YoY. Di sisi lain, penurunan impor yang terjadi hanya sebesar 0,66 persen, sehingga pertumbuhan nominal PDB melambat. Jadi memang sumber penurunannya adalah ekspor, bukan investasi. Mudah-mudahan dengan perbaikan ekonomi US (Amerika Serikat) ekspor akan mulai membaik, jelasnya. Sementara itu, Direktur Neraca Pengeluaran BPS, Sri Soelistyowati meminta pemerintah dapat membuat kebijakan yang ideal ke depannya, agar dapat memperbaiki kinerja ekspor. Menurutnya, membaiknya ekonomi dunia saat ini belum berdampak signifikan terhadap Indonesia. Untuk itu, pemerintah perlu menggenjot sektor perdagangan untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Dengan perlambatan ekonomi yang terjadi di triwulan I-2014 ini, lanjutnya, maka sepanjang tahun 2014 kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi masih dapat berada di kisaran 5,5 persen. Pertumbuhan tersebut terutama akan didukung dari konsumsi masyarakat, konsumsi pemerintah, dan investasi. Kita harap ke depan pertumbuhan ekonomi masih cukup bagus, apalagi di triwulan II ada persiapan pemilihan presiden dan di triwulan III ada lebaran, pungkasnya.(ans) Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id -disadur tanpa penyuntingan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search