Ekonomi Lesu, Pemerintah RI Didesak untuk Belanjakan Anggaran

Ekonomi Lesu, Pemerintah RI Didesak untuk Belanjakan Anggaran

Rabu, 06 Mei 2015 11:40:54 WIB

Monexnews - Presiden Joko Widodo dijadwalkan memanggil menteri-menteri urusan ekonominya siang ini. Staf kabinet membantah kalau pertemuan antara kepala negara Indonesia dan bawahannya dilakukan sebagai respon terhadap buruknya laporan pertumbuhan ekonomi yang dirilis kemarin. Menurut laporan Reuters, pihak istana sempat menyebut pertemuan Rabu siang akan membahas soal percepatan belanja negara. Selain menteri-menteri, presiden juga diagendakan bertemu dengan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, di kesempatan terpisah. Seperti diketahui, perekonomian Indonesia hanya tumbuh 4,71% di kuartal Januari-Maret 2015 dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu. Penurunan nilai produk domestik bruto (GDP) terjadi karena anjloknya harga komoditas dan rendahnya belanja negara. Sebelumnya, pelaku bisnis memperkirakan kenaikan GDP kuartal I di angka 4,95% (Poll Reuters) dan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kurtal IV lalu yang mencapai 5,01 %. Presiden Joko Widodo sendiri dalam kampanyenya menjanjikan pembangunan infrastruktur secara cepat. Namun efeknya belum bisa dirasakan sampai sekarang akibat spending yang tidak optimal. Pemangkasan subsidi bahan bakar minyak (BBM) memang sudah dilakukan akhir tahun lalu dan berdampak pada keseimbangan neraca transaksi berjalan. Sayangnya masih banyak program pembangunan infrastruktur yang belum terealisasi. Sampai dengan 25 April 2015, pemerintah baru menghabiskan Rp7 triliun ($537,8 juta) atau 2% dari total anggaran belanja Rp290 triliun untuk pembangunan infrastruktur. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search