Ekspor Jepang Terlihat Meningkat, Namun Neraca Perdagangan Akan Tetap Defisit

Ekspor Jepang Terlihat Meningkat, Namun Neraca Perdagangan Akan Tetap Defisit

Selasa, 21 Mei 2013 11:17:11 WIB

Monexnews - Ekspor Jepang pada bulan April diprediksi naik untuk dua bulan berturut-turut, dipimpin oleh ekspor mobil dan pemintaan peralatan elektronik di Asia. Namun, Departeman Keuangan Jepang juga akan menyoroti biaya yang ditimbulkan akibat pelemahan yen, dan Jepang diprediksi mencatat defisit selama 10 bulan berturut-turut pada bulan April. Ekonom memperkirakan kenaikan ekspor sebesar 5.9% pada bulan April.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe membuat kebijakan stimulus moneter yang membawa yen ke level terendah selama empat setengah tahun terhadap dolar AS dan mendorong bursa saham Jepang naik hingga 70% sejak November. Pelemahan yen juga berdampak pada biaya impor bahan bakar yang meningkat tajam yang menutup pertumbuhan volume ekspor. Oleh karena itu banyak ekonom memprediksi sepanjang tahun ini Jepang akan tetap mengalami defisit perdagangan.

Data pada hari Rabu diperkirakan menunjukkan peningkatan impor sebesar 6.7%, hal tersebut akan menjadikan neraca perdagangan Jepang defisit 621.1 milyar yen ($6.03 milyar) membuat Jepang mengalami defisit selama sepuluh bulan berturut-turut, menjadi yang terpanjang sejak 1979-1980.

Data pekan lalu menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jepang lebih besar dari yang diperkirakan, di dorong oleh konsumsi pribadi, dan rebound dari sektor ekspor. Ekonom memprediksi kenaikan yang sama akan terjadi pada kuartal berikutnya. Namun ketidakpastian ekonomi global juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Jepang, terutama data-data dari AS dan cina, yang merupakan pasar ekspor terbesar Jepang.

BOJ diperkirakan akan menghentikan kebijakan pelonggaran moneter pada hari Rabu, setelah melepaskan program stimulus besar pada 4 April, menyuntikkan sekitar $1.4 triliun ke perekonomian dalam waktu kurang dari 2 tahun untuk menghentikan stagnansi perekonomian yang melanda Jepang selama hampir dua dekade. (pap)


(pap/Monex)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search