Ekspor Menurun, Defisit Neraca Pembayaran Inggris Membengkak

Ekspor Menurun, Defisit Neraca Pembayaran Inggris Membengkak

Jum'at, 20 Desember 2013 18:24:03 WIB

Monexnews - Ekonomi Inggris berhasil mencatat pertumbuhan kuat pada kuartal ke-3, di tengah neraca pembayaran yang semakin memburuk, berdasarkan data yang dirilis hari Jumat. Sebuah kondisi yang memicu pertanyaan baru tentang daya tahan pemulihan ekonomi Inggris.

Laporan Office for National Statistics (ONS) telah mengkonfirmasi ekonomi Inggris berekspansi 0,8% pada kuartal ke-3 tahun ini. Ekspansi tersebut didorong oleh meningkatnya output di sektor manufaktur, jasa dan industri konstruksi. Kenaikan 8 kuartal beruntun dalam konsumsi rumah tangga, yang dipicu oleh pertumbuhan pendapatan yang minim dan penghematan yang lebih rendah, juga turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di sepanjang periode Juli-September.

Namun data lain yang dirilis dalam waktu bersamaan justru menyoroti kesulitan pemerintah dalam menyeimbangkan perekonomian Inggris, yang diharapkan dapat lebih bergantung pada perdagangan dan

investasi. Defisit neraca pembayaran Inggris menyentuh level tertinggi sejak 1989 dengan membengkak menjadi 20,7 milyar ($33,89 milyar) pada kuartal ke-3, atau setara dengan 5,1% dari GDP secara keseluruhan. Sangat jauh jika dibandingkan dengan defisit sebesar 6,2 milyar yang ditorehkan pada kuartal sebelumnya. Hasil tersebut dipicu oleh penurunan ekspor dan penurunan laba perusahaan Inggris di luar negeri, yang mencerminkan kelesuan ekonomi global.

Data keuangan publik yang dirilis hari Jumat juga menunjukkan defisit anggaran Inggris melebar pada bulan November dari tahun sebelumnya.

Bank of England sebelumnya telah memperingatkan bahwa rebalancing sangat diperlukan untuk membuktikan pemulihan ekonomi Inggris telah berkelanjutan. Sementara lembaga pemeringkat Standard & Poor s pada hari Jumat telah mempertahankan rating kredit jangka panjang AAA Inggris dengan outlook tetap negatif, mengacu pada resiko yang membayangi keberlanjutan pertumbuhan. (vid)


(vid)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search