Eropa Belum Sepakat Menambah Sanksi Rusia

Eropa Belum Sepakat Menambah Sanksi Rusia

Selasa, 18 November 2014 11:15:25 WIB

Monexnews - Uni Eropa telah menambah daftar separatis pro-Rusia yang akan terkena pembekuan aset dan larangan bepergian sebagai bentuk kekecewaan terhadap memburuknya situasi di wilayah konflik Ukraina Timur. Meski demikian, pemerintah Uni Eropa masih belum sepakat mengenai pemberian sanksi tambahan kepada Rusia. Hingga kini ada 120 penduduk Ukraina dan Rusia yang telah masuk ke dalam daftar pembekuan aset dan larangan bepergian di Uni Eropa.

Hubungan antara Eropa dengan Rusia cukup buruk seiring memburuknya situasi di wilayah timur Ukraina. Pihak Barat sepertinya kecewa dengan pelanggaran gencatan senjata dan beredarnya laporan bahwa Rusia telah mengirim tentara dan tank ke wilayah pemberontak. Kementrian luar negeri Uni Eropa menyerukan penghentian pelanggaran gencatan senjata dan penarikan tentara dan peralatan militer asing yang ilegal.

Ada perbedaan sikap di antara 28 anggota Uni Eropa atas pemberian sanksi tambahan kepada Rusia, supplier energi bagi kawasan tersebut. Beberapa anggota Uni Eropa khawatir Rusia akan melakukan tindakan balasan yang dapat melukan perekonomian jika ada tambahan sanksi. Pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa yang berlangsung kemarin utarakan diskusi penambahan sanksi perlu menunggu pertemuan pimpinan Uni Eropa di Brussel pada 18 dan 19 Desember mendatang. Hingga kini, negara Baltic, Inggris, Polandia, dan Swedia telah menyerukan pemberian sanksi tambahan kepada Rusia namun Austria, Yunani, dan Cyprus menolak hal tersebut. (fr)


(fr)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search