Fed Akan Memperlambat Kenaikan Bunga di Tahun Depan

Fed Akan Memperlambat Kenaikan Bunga di Tahun Depan

Selasa, 11 Desember 2018 11:16:41 WIB

Rencana Federal Reserve melanjutkan kenaikan bunga di tahun depan diragukan bisa seagresif di tahun ini. Pelaku pasar di Wall Street bersikap skeptis, dengan trader bursa berjangka dan bank investasi terbesar seperti Goldman Sachs memprediksi akan ada penundaan sementara kenaikan bunga.

Bank Sentral AS masih berpeluang menaikkan suku bunga sekali lagi di minggu depan dengan mengacu pasar tenaga kerja yang masih ketat dan ekonomi berjalan jauh di atas potensi bahkan saat inflasi masih di kisaran 2 persen. Namun gejolak di pasar keuangan dalam dua bulan terakhir dan tanda-tanda perlambatan ekonomi global telah menimbulkan keraguan bahwa Fed dapat melakukan tiga kenaikan suku bunga, seperti yang diprediksi oleh para petingginya untuk 2019.

Mengetatnya kondisi pasar keuangan meyakinkan kepala ekonom Goldman Sachs bahwa bank sentral AS sekarang lebih mungkin untuk menghentikan kenaikan suku bunga pada bulan Maret, sebelum melanjutkan dengan tiga kenaikan lagi pada tahun 2019. Goldman sebelumnya mengeluarkan proyeksi empat kenaikan suku bunga tahun depan, jauh lebih banyak dari yang tersirat oleh pasar keuangan.

"Kami pikir peluang kenaikan pada bulan Maret kini jatuh ke sedikit di bawah 50 persen," tulis analis Goldman, Jan Hatzius dalam sebuah riset hari Senin. Tapi "kami melihat kembalinya kenaikan kuartalan pada bulan Juni yang berlangsung hingga akhir 2019."

Trader jangka pendek suku bunga AS berjangka bertaruh the Fed dapat menghentikan kenaikan suku bunga sama sekali tahun depan, dan bahkan tidak menutup kemungkinan akan memangkas biaya pinjaman.

Kontrak yang terkait dengan tingkat target Fed naik pada hari Senin, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan AS di tengah perlambatan global dan keraguan tentang kelancaran proses Brexit Inggris dari Uni Eropa setelah Perdana Menteri Theresa May secara tiba-tiba menunda pemungutan suara untuk meminta persetujuan parlemen atas kesepakatan Brexit-nya.

Juga menambah kekhawatiran adalah tanda-tanda bahwa ekspektasi inflasi tergelincir, dan bahwa sengketa perdagangan AS-Cina telah mencapai fase yang lebih buruk. Semua ini telah membebani pasar saham AS karena Indeks S & P mencapai level terendah 8 bulan pada perdagangan Senin kemarin.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search