Fed's Fisher Ingin Fed Kurangi Ukuran Neraca Keuangan

Fed's Fisher Ingin Fed Kurangi Ukuran Neraca Keuangan

Kamis, 04 Desember 2014 08:42:03 WIB

Monexnews - Presiden Fed of Dallas, Richard Fisher, ingin Federal Reserve segera mengurangi ukuran neraca keuangannya (balance sheets) sebelum mulai menaikan suku bunga. Fed telah mengakhiri program pembelian obligasi namun stimulus moneter yang telah dijalankan bank sentral sejak krisis perumahan 2007 telah membuat ukuran neraca Fed melonjak menjadi $4,5 triliun. Ukuran neraca masih dapat bertambah seiring Fed akan menginvestasikan imbal hasil investasi obligasinya yang telah jatuh tempo ke dalam obligasi pemerintah AS.

"Saya rasa tidak akan menimbulkan bahaya jika Fed secara perlahan mengurangi jumlah kepemilikan obligasi dengan membiarkan begitu saja obligasi yang telah jatuh tempo," tutur Fed's Fisher. Petinggi Fed tersebut juga utarakan langkah tersebut akan memberikan sinyal ke pasar bahwa Fed serius untuk mengakhiri kebijakan moneter yang sangat longgar yang selama ini dijalankan oleh bank sentral. Fed's Fisher juga utarakan hal tersebut tidak akan menjadi sinyal bahwa Fed tengah tergesa-gesa untuk menaikan suku bunga. "Kenaikan suku bunga akan tergantung kondisi seberapa cepat target inflasi 2% dan tenaga kerja penuh tercapai," ujar Fed's Fisher.

Komentar Fed's Fisher tersebut mencerminkan argumen yang tengah berkembang di Federal Reserve atas kebijakan apa yang selanjutnya akan ditempuh oleh bank sentral. Mayoritas petinggi Fed masih ingin bank sentral menginvestasikan kembali hasil investasi obligasinya demi mencegah timbulnya kepanikan di pasar. Sementara itu, Dollar AS tidak banyak berubah di awal sesi Asia namun masih berkutat dekat level tinggi 5 tahun. Indeks Dollar AS kini diperdagangkan 88.92; dekat level tinggi 5 tahun baru 89.00 yang diraih Kamis dini hari. (fr)


(fr)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search