GBPUSD Berpotensi Bergerak Volatil di Hari Penentuan Brexit

GBPUSD Berpotensi Bergerak Volatil di Hari Penentuan Brexit

Selasa, 12 Maret 2019 11:46:24 WIB

Hari ini merupakan hari penentuan bagi Inggris. Setelah dua setengah tahun Perdana Menteri Inggris Theresa May terus memperjuangkan kesepakatan Brexit, hari ini pasar berekspektasi tinggi bahwa akan ada kesepakatan Brexit. Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa kesepakatan yang sudah dibicarakan olehnya dengan May kemarin merupakan kesepakatan terakhir.

"Tidak ada kesempatan ketiga. Tidak akan ada interpretasi lanjutan. Tidak ada jaminan lagi," ungkap Juncker kemarin setelah bertemu dengan May, seperti yang dikutip dari CNBC Internasional.

Kemarin May dan Juncker tengah membahas tiga dokumen penting yang akan May ajukan kepada Parlemen Inggris hari ini, antara lain: instrumen bersama (joint instrument), pernyataan bersama (joint statement) dan deklarasi unilateral (unilateral declaration). Ketiga dokumen itu fokus pada inti yang paling kontroversial yang membuat pembentukan kesepakatan Brexit ini terus berlarut-larut: Perbatasan Irlandia.

Permasalahan perbatasan Irlandia ini merupakan hal paling krusial karena berpotensi memberikan batasan hubungan ekonomi Inggris dengan pasar tunggal Uni Eropa karena semuanya akan mengacu pada hukum World Trade Organization (WTO). Hal ini diprediksi cenderung akan merugikan Inggris. Inilah alasan mayoritas anggota Parlemen Inggris menolak kesepakatan Brexit pada 15 Januari lalu dan memerintahkan May untuk merevisi kembali kesepakatan, terutama soal Perbatasan Irlandia.


Skenario Voting Parlemen

17 hari menjelang tenggat waktu Inggris untuk keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret mendatang, hari ini May akan segera pergi ke Strasbourg untuk menyelesaikan persoalan ini. Setelah memegang "dokumen kesepakatan" hasil perbincangannya dengan Juncker, Parlemen Inggris akan kembali mengambil suara apakah akan menyetujui dokumen tersebut.

Meski hari ini adalah hari yang sangat menentukan, namun finalnya sangat bergantung pada hasil voting. Keputusan ditolak bisa saja terjadi dan Juncker sudah menegaskan akan menutup negosiasi ulang. Oleh karena itu berikut skenario dan agenda Parlemen Inggris.

Jika hari ini Parlemen Inggris menyetujui proposal kesepakatan May, maka 29 Maret mendatang Inggris resmi keluar dari Uni Eropa. Sehingga keputusan terbaik soal Perbatasan Irlandia akan segera terungkap. Sebaliknya, jika Parlemen Inggris kembali menolak, maka besok (13/03) Parlemen akan melakukan voting kembali. Kali ini persoalannya adalah mengambil suara akan "Tidak Adanya Kesepakatan Brexit atau No-Deal Brexit".



Jika No-Deal Brexit disepakati, maka pada 29 Maret nanti Inggris keluar dari Uni Eropa dan berpisah dari pasar tunggal Uni Eropa sehingga hubungan perdagangan akan mengacu pada WTO. Sebaliknya, jika Parlemen Inggris lagi-lagi menolak, maka Kamis (14/03) voting kembali dilakukan. Pengambilan suara kali ini adalah permintaan untuk menunda Brexit, dengan kata lain Inggris kemungkinan masih akan bersama Uni Eropa pada 29 Maret mendatang.

Apa yang dilakukan May saat penundaan ini? Pada intinya tidak ada jalan lain karena May hanya akan mengulang usaha yang pernah ia lakukan sebelumnya hingga mencapai kesepakatan yang diinginkan oleh Parlemen Inggris. Sepanjang 2,5 tahun pasca hasil referendum Brexit, sedikitnya ada 7 upaya yang pernah May lakukan.


Pergerakan GBPUSD

Sejak kemarin (11/03) GBPUSD terlihat menguat tajam hingga 326 pip dari level terendahnya kemarin di level 1.2960 ke level tertinggi di awal perdagangan hari ini di 1.3286. Pasar berharap dan sudah berekspektasi tinggi bahwa Parlemen Inggris mayoritas akan menyepakati kesepakatan Brexit yang sudah diperjuangkan oleh May. Penguatan tersebut terjadi setelah pelemahan selama 7 hari beruntun.

Jika hari ini hasil voting menyetujui kesepakatan, maka Inggris kemungkinan besar akan terhindar dari risiko No-Deal Brexit. Dampaknya, GBPUSD berpeluang lanjutkan penguatan dari sentimen positif tersebut. Jika besok Parlemen Inggris masih harus melakukan voting, maka sentimen negatif ini berpotensi menekan GBPUSD. Karena ketakutan No-Deal Brexit terlihat merupakan katalis utama pelemahan GBPUSD. Sejak permasalahan Brexit yang berlarut-larut ini GBPUSD sempat membentuk level terendah tahun 2018 di level 1.2433 seiring dengan rilis beberapa data ekonomi penting Inggris yang mengecewakan.

Pada pertemuan terakhirnya, Bank of England (BoE) masih menegaskan bahwa kondisi perekonomian Inggris dan kebijakan moneter BoE selanjutnya akan sangat bergantung pada final kesepakatan Inggris. Sedangkan untuk kondisi perekonomiannya, data masih menunjukan perekonomian Inggris masih cenderung melambat. Dampak dari berlarut-larutnya kesepakatan Brexit menjadi salah satu penyebabnya.

Pada bulan Januari, angka produk domestik bruto (PDB) Inggris terjadi penurunan hingga 0,4%. Laju inflasi juga hanya tumbuh 1,8%, membukukan perlambatan selama 4 bulan berturut-turut.

Hari ini, pukul 11.39 WIB menjelang perdagangan sesi Eropa dibuka GBPUSD berada di level 1.3210, terkoreksi dari level tertinggi har ini di 1.3286.


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search