GDP Jepang Berkontraksi, Abe Nampak Akan Tunda Kenaikan Pajak

GDP Jepang Berkontraksi, Abe Nampak Akan Tunda Kenaikan Pajak

Senin, 17 November 2014 09:19:38 WIB

Monexnews - Perekonomian Jepang yang berkontraksi dengan laju tahunan sebesar 1.6% di kuartal ketiga pasca kontraksi pada kuartal sebelumnya, kemungkinan akan menguatkan pandangan bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe akan menunda kenaikan pajak kedua tahun depan. Perekonomian Jepang yang anjlok ke dalam resesi pada kuartal ketiga memberikan dasar bagi Abe untuk menunda kenaikan pajak dan menggelar pemilu lebih cepat setelah 2 tahun ia menjabat. Media Jepang melaporkan bahwa Perdana Menteri yang kembali setelah tur selama sepekan menuju China, Myanmar, dan Australia, pada hari Senin dapat mengumumkan keputusannya untuk menunda kenaikan pajak sesegera hari Selasa dan mengutarakan keinginannya untuk menggelar pemilu, yang diperkirakan akan digelar tanggal 14 Desember nanti.

Data gross domestic product (

GDP) tersebut dibandingkan dengan perkiraan untuk kenaikan sebesar 2.1% oleh ekonom dan menyusul revisi untuk menunjukkan kontraksi sebesar 7.3% di kuartal kedua, yang mana merupakan penurunan terbesar sejak gempa bumi dan tsunami Maret 2011 lalu, menurut data Cabinet Office pada hari Senin. Dalam basis kuartalan, perekonomian berkontraksi sebesar 0.4% di kuartal ketiga. Tingkat belanja sektor swasta, yang mencakup sekitar 60% perekonomian, naik sebanyak 0.4% dari kuartal sebelumnya, sinyal bahwa dampak kenaikan pada pajak penjualan Jepang menjadi 8% dari 5% di bulan April lalu terus dirasakan. Hal tersebut dibandingkan dengan estimasi untuk kenaikan sebesar 0.8%.
Abe telah mengatakan ia akan memperhatikan data GDP saat memutuskan apakan akan melanjutkan dengan kenaikan kedua pada pajak penjualan menjadi 10% di bulan Oktober tahun depan, sebagai bagian untuk menekan tingkat hutang publik Jepang. "Data GDP jauh lebih lemah dari ekspektasi," ucap Kenichiro Yoshida, ekono senior pada Mizuho Research Institute. "Pertumbuhan tingkat kosnumsi juga sangat lemah, yang mungkin menjadi salah satu alasan pemerintah akan memutuskan untuk menunda kenaikan pajak."

(xiang)


(xiang)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search