Gedung Putih Sanggah Keraguan China atas Sikap Trump pada Perjanjian Dagang

Gedung Putih Sanggah Keraguan China atas Sikap Trump pada Perjanjian Dagang

Selasa, 12 Maret 2019 11:13:21 WIB

Gedung Putih menyanggah anggapan China bahwa Presiden Donald Trump adalah negosiator yang tidak dapat diandalkan karena China dilaporkan meragukan rencana pertemuan puncak Trump dengan Presiden Xi Jinping karena khawatir Trump akan meninggalkan kesepakatan dagang.

Pernyataan China mengacu pada gagalnya AS dan Korea Utara mencapai kesepakatan perdamaian sat keduanya bertemu di Vietnam. Padahal dunia berharap keduanya mencapai kesepakatan guna mengakhiri ujicoba nuklir Korea Utara.

Washington dan Beijing masih dalam negosiasi dan belum ada tanggal yang ditetapkan untuk KTT, kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders kepada wartawan.

Kedua pemimpin itu diperkirakan akan bertemu di properti Mar-a-Lago Trump di Florida pada akhir Maret untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan yang akan mengakhiri perang dagang selama berbulan-bulan. Namun para pejabat AS mengatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Gedung Putih menuntut agar China melakukan reformasi struktural, termasuk bagaimana ia memperlakukan kekayaan intelektual A.S. dan memaksa perusahaan A.S. untuk membagikan teknologinya ketika melakukan bisnis di China.

Poin-poin sulit itu sulit diatasi, meskipun ada kemajuan pada masalah-masalah lain, termasuk mata uang.

Sanders mencemooh laporan bahwa China waspada akan pertemuan puncak setelah Trump tidak membuat perjanjian damai dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama pertemuan puncak di Vietnam.

Ditanya tentang kekhawatiran China yang dilaporkan bahwa Trump adalah mitra negosiasi yang tidak dapat diandalkan, Sanders mengatakan: "Saya akan mengatakan itu tidak masuk akal. Presiden akan membuat kesepakatan jika itu adalah kesepakatan yang baik. Dia akan membuat kesepakatan jika itu demi kepentingan terbaik Amerika. . "

Menteri Keuangan Steve Mnuchin mengatakan dalam pertemuan antara Trump, tim perdagangannya dan negosiator Cina yang berkunjung bulan lalu bahwa pertemuan puncak dengan Xi dapat terjadi pada bulan Maret.

Tetapi pasar menjadi ragu karena tidak ada perkembangan terakhir pembicaraan perdagangan langsung antara kedua belah pihak yang telah diumumkan sejak keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif AS atas barang-barang Tiongkok, berkat negosiasi produktif sejauh ini.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search