Gencatan Perang Dagang Tak Hentikan Tren Jual Dollar AS

Gencatan Perang Dagang Tak Hentikan Tren Jual Dollar AS

Senin, 01 Juli 2019 17:48:16 WIB

Gencatan perang perdagangan AS - Cina belum cukup untuk menyingkirkan tren perdagangan favorit saat ini: aksi jual dollar AS.

Perjanjian tersebut telah berdampak menggeser harga pasar keseluruhan untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve, yang berarti pasar akan terus menjual greenback, menurut Aberdeen Standard Investments. Jika AS dan China pada akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan penuh, greenback akan kehilangan daya tarik sebagai safe haven, kata AMP Capital Investors Ltd.

Dollar AS telah melemah sekitar 2% dari level tertinggi tahun ini di bulan Mei setelah The Fed menyatakan bahwa mereka terbuka untuk menurunkan biaya pinjaman untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Fund manager telah memotong posisi Long dollar selama tiga minggu berturut-turut, dengan pasar swap menunjukkan penurunan suku bunga pada bulan Juli akan memulai siklus pelonggaran.

"Dollar AS telah memuncak, dan begitu kesepakatan akhirnya diumumkan dan The Fed memotong suku bunga, kita akan melihat trennya bahkan lebih rendah," kata Shane Oliver, kepala strategi investasi di AMP Capital di Sydney. "Itu tidak akan jatuh dalam garis lurus, tetapi itu akan jatuh."

Mata uang emerging market akan menjadi penerima manfaat terbesar dari dolar yang lemah, kata Oliver dikutip dari Bloomberg, Senin.

Aberdeen Standard Investments memilih Short greenback terhadap Aussie dan beberapa mata uang Asia, kata David Choi, kepala pendapatan tetap makro Australia di Sydney.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search