George Soros: Eropa Memberi Sedikit, tapi Banyak Meminta

George Soros: Eropa Memberi Sedikit, tapi Banyak Meminta

Kamis, 13 Maret 2014 10:47:58 WIB

Monexnews - Krisis yang terjadi di Ukraina menyita perhatian pelaku bisnis dunia, termasuk miliarder George Soros. Menurut orang yang pernah mengguncang sistem moneter Asia Tenggara ini, Ukraina membutuhkan donasi dari Amerika Serikat untuk bisa pulih kembali.

Sejak mantan presiden Viktor Yanukovych mundur dari posisinya, kinerja pemerintahan menjadi vakum. Ukraina kehilangan visi perekonomian dan belum memiliki cetak biru pembayaran hutangnya yang sudah menumpuk. Penolakan warga terhadap bantuan dana dari Rusia membuat pemerintah harus mencari sumber pendanaan lain agar tidak bangkrut. Opsi pertama tentunya adalah mengajukan proposal bailout kepada Uni Eropa, yang kemungkinan besar akan menjadi sekutu barunya. Pun demikian, skenario ini bukan harga mati karena biasanya Jerman dan European Central Bank memberikan syarat pinjaman yang terlalu berat.

Investor George Soros memandang pihak yang paling layak untuk memberikan donasi dalam jumlah besar kepada Ukraina adalah Amerika Serikat. Menurutnya, paket bantuan untuk pemerintah Kiev harus dalam jumlah mencukupi dan terstruktur seperti konsep Marshall Plan. Marshall Plan sendiri adalah program bantuan Amerika untuk negara-negara Eropa yang perekonomiannya hancur pasca Perang Dunia II.

"Pihak Eropa biasanya hanya memberikan sedikit (bantuan), tetapi permintaannya banyak sekali," ujar Soros di London beberapa jam lalu. Soros bahkan berani memprediksi kalau bantuan yang akan ditawarkan oleh Uni Eropa dapat dengan mudah disaingi oleh jumlah tawaran donasi Rusia. "(Vladimir) Putin bisa memberikan uang yang lebih besar," tambahnya.

Selain dilanda kekacauan ekonomi, Ukraina juga dibayangi intimidasi militer pihak Rusia. Untuk jangka pendek, ketegasan politik terhadap Vladimir Putin harus diutamakan walaupun tidak harus melalui embargo atau sanksi tertentu. "Respon Amerika tidak harus berupa sanksi namun bisa berbentuk bantuan materi seperti Marshall Plan," kilah Soros.

Pada tahun 1947, Menteri Luar Negeri Amerika kala itu, George Marshall membuat draft rencana bantuan dana miliaran Dollar untuk negara Eropa Barat. Selain uang, bantuan yang dikirimkan pasca Perang Dunia berbentuk bahan makanan, bahan bakar dan alat permesinan untuk keperluan industri. Program yang berjalan hingga tahun 1951 tersebut telah menjadi dasar bagi kesejahteraan warga Eropa serta pendirian NATO dan Uni Eropa.

Kini Uni Eropa 'hanya' berani menjanjikan donasi $15 miliar yang diberikan selama dua tahun ke depan dalam bentuk pinjaman, hibah, investasi dan konsesi perdagangan. Sementara Amerika siap menyediakan pinjaman $1 miliar dan World Bank menyodorkan proyek infrastruktur dan jaminan sosial senilai $3 miliar. Pun demikian jika diakumulasi, total sumbangsih ketiga pihak masih belum memenuhi jumlah yang dibutuhkan oleh pemerintah Kiev, yang totalnya sekitar $35 miliar. "Ukraina rela berkorban hanya untuk lebih dekat ke Eropa, dan sekarang adalah waktu yang tepat mewujudkannya," tutup Soros. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search