Gerus Defisit, Polandia Pangkas Anggaran

Gerus Defisit, Polandia Pangkas Anggaran

Jum'at, 07 Juni 2013 13:00:26 WIB

Monexnews - Instabilitas neraca keuangan dialami oleh banyak negara, terutama di wilayah Eropa. Polandia menjadi negara terbaru yang berencana memperketat belanja karena jumlah pemasukan terus berkurang. Laju pertumbuhan ekonomi Polandia di kuartal I merupakan yang paling lambat sejak triwulan perdana 2001. Tidak heran jika beban anggaran membengkak sehingga pemerintah harus menghemat dana. Komisi Eropa memberikan negara ini periode 2 tahun untuk menurunkan rasio defisit terhadap GDP dari 3.9% menjadi maksimal 3%, sesuai aturan Eropa. "Perpanjangan waktu selama dua tahun sangat membantu kami untuk mencapai target defisit," ujar Perdana Menteri Donald Tusk di Warsawa. Ia mengeluhkan minimnya pemasukan negara sebagai pemicu terlambatnya pencapaian target defisit sehingga mau tidak mau pemerintah harus mengurangi belanja. "Jalan terbaik menurut saya adalah pengetatan, karena opsi itu yang tersedia tanpa harus menaikkan pajak," tambahnya. GDP Polandia hanya tumbuh 0.4% di kuartal I dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada hari Rabu, bank sentralnya memangkas suku bunga acuan ke rekor rendah 2.75% dari 3%. Penurunan aktivitas ekonomi berimbas pada lonjakan angka pengangguran ke level 14%. Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan Polandia hanya mencapai 1.3% di tahun 2013 atau turun dibandingkan growth tahun lalu yang sebesar 2%. Pada tahun 2010 dan 2011, perekonomian Polandia cukup bagus dengan rasio pertumbuhan 2.9% dan 4.4%. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search