Goldman Peringatkan Akan Ada Intervensi Dollar

Goldman Peringatkan Akan Ada Intervensi Dollar

Jum'at, 12 Juli 2019 16:58:09 WIB

Kegaduhan di sekitar kemungkinan intervensi mata uang A.S. semakin meningkat seiring Goldman Sachs Group Inc. sekarang mempertimbangkan kemungkinan ide tersebut mungkin saja terjadi.

Berulang kali keluhan Presiden Donald Trump tentang praktik valuta asing negara lain telah "membawa kebijakan mata uang A.S kembali diperbincangkan para investor," tulis ahli strategi Michael Cahill dalam sebuah catatan Kamis. Risiko AS melakukan intervensi untuk memurahkan dolar naik, katanya.

AS terakhir melakukan intervensi di pasar forex pada 2011 bersama negara-negara lainnya setelah yen melonjak setelah gempa bumi dahsyat tahun itu di Jepang. Upaya itu untuk memperkuat dollar AS. Namun, lebih banyak analis dalam beberapa pekan terakhir telah merenungkan gagasan bahwa AS dapat secara paksa melemahkan dolar. AS belum mengambil langkah itu sejak tahun 2000.

"Intervensi forex langsung oleh A.S. adalah risiko yang rendah tetapi meningkat," catat Cahill. "Walaupun ini akan bertentangan dengan norma-norma dekade terakhir, bank sentral emerging market baru-baru ini menggunakan neraca mereka lebih aktif, dan intervensi FX mirip dengan kebijakan moneter yang tidak konvensional."

Intervensi telah menjadi topik hangat sejak Trump ngetweet pekan lalu bahwa Eropa dan China memainkan "permainan manipulasi mata uang besar." Dia meminta AS untuk melakukan intervensi atau terus menjadi boneka.

Didorong oleh kenaikan suku bunga Federal Reserve, dolar telah menguat terhadap banyak rekan-rekannya. Ukuran greenback tertimbang perdagangan Fed tidak jauh di bawah yang terkuat sejak 2002, menggarisbawahi hambatan kompetitif yang dihadapi ekspor Amerika di luar negeri. Trump telah khawatir bahwa kekuatan mata uang itu akan merusak agenda ekonominya, yang juga menjadi sumber kritiknya terhadap bank sentral AS.

Pada Kamis kemarin, Trump juga mengkritik rencana Facebook Inc. untuk meluncurkan mata uang digital, Trump mendukung greenback, menyebutnya "sejauh ini mata uang yang paling dominan di dunia."


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search