Harga Gas Tangguh Naik, Penerimaan Negara Bertambah Rp9 Triliun Per Tahun

Harga Gas Tangguh Naik, Penerimaan Negara Bertambah Rp9 Triliun Per Tahun

Rabu, 02 Juli 2014 12:02:24 WIB

Monexnews - Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT), China National Offshore Oil Corporation (CNOOC) setuju untuk menaikkan harga beli gas Tangguh di Papua Barat ke Provinsi Fujian, Tiongkok, dari 3,3 dolar AS menjadi 8 dolar AS per Million Metric British Thermal Units (MMBTU).

Dengan adanya harga baru ini, Indonesia diperkirakan memperoleh 20,8 miliar dolar AS sampai dengan berakhirnya kontrak pada tahun 2034 mendatang. Per tahun mulai tahun ini kita akan mendapatkan Rp12,5 triliun per tahun dari Fujian, harga barunya. Yang lama adalah Rp3,1 triliun per tahun, sekarang Rp12,5 triliun, jadi tambahannya adalah Rp9 triliun per tahun, demikian dikatakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik seperti dikutip dari situs resmi Setkab.

Menteri ESDM menjelaskan, penjualan gas Tangguh ke RRT yang dilakukan sesuai kontrak pada era pemerintahan Presiden Megawati Soekarno Putri dipatok sebesar 5,5 persen dari Japan Crude Cocktail (JCC), atau berdasarkan harga minyak di Jepang.

Ia menambahkan, pada saat itu, harga JCC dipatok maksimum sebesar 26 dolar AS per barel. Itulah yang membuat harga gas kita sangat rendah. Pada waktu itu harganya hanya 2,7 dolar AS per MMBTU. Itu berlangsung lama, ungkapnya.

Pemerintah sebenarnya pernah melakukan renegosiasi pada tahun 2006 lalu. Negosiasi ini menghasilkan kenaikan harga JCC menjadi 38 dolar AS per barel. Angka ini menghasilkan harga gas 3,3 dolar AS per juta kubik feet. Namun demikian, angka tersebut saat ini sudah tidak sesuai dengan harga di pasaran yang telah mencapai 100 dolar AS per barel.

Selanjutnya, pemerintah kembali melakukan renegosiasi, dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono langsung sudah bertemu Presiden RRT Hu Jintao. Setelah 1,5 tahun, pemerintah RRT akhirnya menerima keberatan Indonesia yang menganggap harga JCC sudah tidak sesuai.

Saat ini , menurut Menteri ESDM, pemerintah RRT sudah menyepakati harga gas Tangguh sebesar 8 dolar AS per juta kubik feet, dengan asumsi harga JCC sebesar 100 dolar AS. Harga gas tersebut juga akan terus mengalami kenaikan jika harga JCC naik. Jadi ini kenaikan yang luar biasa, dan ini kesepakatannya naik terus, jelasnya.(nv)


Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

www.kemenkeu.go.id

-disadur tanpa penyuntingan

(dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search