HSBC: Manufaktur China Kembali Merosot  di Bulan April

HSBC: Manufaktur China Kembali Merosot di Bulan April

Senin, 05 Mei 2014 09:14:46 WIB

Monexnews -

Manufaktur China berkontraksi di bulan April, menurut sebuah laporan swasta, ini mensinyalkan resiko lebih dalamnya perlambatan ekonomi yang sudah di proyeksikan untuk berekspansi pada tahun ini pada laju terlambat sejak tahun 1990.

Indeks manajer pembelian berada di level 48.1, kata HSBC Holdings Plc dan Markit Economics dalam pernyataannya pada hari ini. Itu di bandingkan dengan level 48 pada bulan sebelumnya dan pembacaan awal di level 48.3. Angka di bawah level 50 indikasikan kontraksi.

Konstruksi properti merosot di kuartal pertama dan pertumbuhan ekonomi mereda, itu menunjukkan besarnya tantangan untuk para pemimpin Partai Communist yang mencoba untuk meningkatkan pertumbuhan di saat mereka mencanangkan perubahan seperti meningkatkan peran investasi swasta dalam ekonomi. GDP China di proyeksikan akan berekspansi sebesar 7.3% pada tahun ini seiring pemerintah menahan pengucuran kredit, menurut survey Bloomberg, di bandingkan dengan target pemerintah sebelumnya yang sekitar 7.5%. Beijing telah memperkenalkan lebih banyak langkah-langkah reformasi yang dapat mendukung pertumbuhan dengan menginduksi investasi lebih banyak ke sektor swasta, kata Qu Hongbin, kepala ekonom untk HSBC di Hong Kong. Kami pikir tindakan yang berani akan di perlukan untuk memastikan ekonomi mendapatkan kembali momentumnya. Dewan Negara telah menguraikan paket belanja untuk pembangunan rel kereta dan perumahan, keringanan pajak untuk mendukung pertumbuhan dan berjanji akan berupaya lebih keras lagi untk mendukung para eksportir. Bank sentral juga menurunkan rasio cadangan dana untuk beberapa bank perkreditan sebanyak 2 persen. Angka hari ini di bandingkan dengan pembacaan 50.4 dalam indeks

manufaktur yang di rilis oleh National Bureau of Statistic and the China Federation of Logistics and Purchasing. (fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search