HSBC: Produksi Pasar Berkembang Turun Ke Level  Terendah Dalam 4 Bulan

HSBC: Produksi Pasar Berkembang Turun Ke Level Terendah Dalam 4 Bulan

Selasa, 11 Februari 2014 01:54:39 WIB

Monexnews -

Aktivitas bisnis di seluruh pasar berkembang pada bulan Januari berekspansi pada laju yang paling lambat dalam empat bulan terakhir, di seret oleh lambannya sektor jasa oleh kuartet BRIC yang merupakan negara-negara berkembang besar, di tunjukan dalam survey pada hari Senin.

Indeks komposite manajer pembelian sektor jasa dan manufaktur

HSBC pada pasar berkembang tergelincir untuk bulan kedua berjalan menjadi 51.4 di bulan Januari. Itu masih di bawah rata-rata tahun 2013 di level 51.7 dan sedikit di bawah skor 64.1 yang di bukukan pada Januari tahun lalu.

Namun indeks bulanan tetap berada di atas ambang batas 50 yang menandai perbedaan antara ekspansi dan kontraksi.

Berdasarkan data dari manajer pembelian sekitar 8,000 perusahaan di 17 negara, survey menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada manufaktur dan ekspor di beberapa negara namun itu di luar China yang produksi pabriknya turun di bawah level 50, serta melambatnya pertumbuhan manufaktur di Brasil dan anjloknya produksi di Rusia dan Indonesia.

Pertumbuhan yang kuat berasal dari India, Polandia, Taiwan dan Mexico.

Aktivitas jasa di bulan Januari di pasar berkembang terbesar berada di level terendah dalam enam bulan. India dan Brasil juga mencatatkan pelemahan, sementara pertumbuhan di China dan Rusia juga melemah, kata HSBC.

Kepala riset pasar berkembang HSBC, Pablo Goldberg, mengatakan bahwa data menunjukkan perbedaan yang jelas dalam pola pemulihan di antara negara berkembang.

Di antara para pemenang, kita miliki negara-negara yang memiliki siklus pemulihan yang jelas yang di angkat oleh perbaikan dalam pasar berkembang di Mexico, Polandia dan Republik Ceko, kata Goldberg.

Sebaliknya, melambatnya PMI di Tukri, Brasil, Rusia dan Indonesia. Ini adalah negara-negara yang saldo eksternalnya buruk yang telah di jaga oleh pelonggaran moneter atau di paksa untuk pengetatan.

Beberapa bank sentral negara berkembang seperti Turki, India, Afrika Selatan dan Brasil telah mengetatkan kebijakan moneter dalam beberapa pekan terakhir dan banyak yang perkirakan yang lainnya akan mengikuti, dengan beberapa konsekuensi berat pada pertumbuhan pereknomian.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search