Hutang Rp4.700 triliun Yunani Berasal dari Banyak Pihak

Hutang Rp4.700 triliun Yunani Berasal dari Banyak Pihak

Senin, 29 Juni 2015 15:45:59 WIB

Monexnews - Krisis Yunani telah menciptakan gejolak di pasar keuangan dunia. Sebegitu mengerikan, sampai-sampai pemimpin negara-non-Eropa takut dibuatnya. Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, bahkan harus berbicara langsung dengan kanselir Jerman untuk menanyakan masa depan Yunani. Jumlah hutang Yunani sangat besar dan mustahil terlunasi tanpa bantuan pihak luar. Dengan nilai produk domestik bruto (GDP) yang hanya sekitar 240 miliar Euro, negara ini harus menanggung beban hutang mencapai 323 miliar Euro atau setara Rp4.700 triliun! Tidak heran jika banyak pihak sudah pesimis kalau Yunani bisa terselamatkan karena jika mendapatkan uang bailout pun, pemerintahnya harus memakai dana itu untuk menambal hutang sebelumnya yang jatuh tempo. Selanjutnya, mereka harus melakukan pemangkasan anggaran belanja super-kejam sebagai konsekuensi kesepakatan dengan pihak kreditur. Presiden Barack Obama meminta secara langsung kepada Angela Merkel supaya Yunani diselamatkan. Keinginan itu juga diamini oleh Perdana Menteri Prancis, Manuel Valls, yang mengharapkan zona Euro tetap kuat sampai kapanpun. "Kami harus melakukan segalanya untuk menjaga Yunani tetap di sini (Euro)," katanya dalam sebuah wawancara media. Dari jumlah hutang sebesar 323 miliar Euro, sebanyak 60% merupakan pinjaman fasilitas European Financial Stability Fund zona Euro dengan total nominal 141,8 miliar. Adapun 52,9 miliar merupakan lainnya adalah fasilitas hutang khusus yang diperuntukkan bagi Yunani. Komposisi pinjaman sisanya cukup beragam yaitu sebanyak 10% berasal dari Dana Moneter Internasional (IMF), 6% dari European Central Bank (ECB), 15% dari obligasi, 3% dari bank-bank domestik, 1% dari bank asing, 1% dari bank sentralnya dan 4% dari pinjaman lain-lain. Nyaris semua fasilitas pinjaman dari pihak luar sudah dipakai oleh Yunani, mulai dari dana darurat Eropa hingga penjualan obligasi. Pun jika dana bailout nantinya berhasil cair dalam hitungan hari ke depan, bukan berarti masalah sudah usai. Krisis hutang Yunani adalah problema jangka panjang yang hanya bisa diselesaikan dengan reformasi keuangan dan pemberantasan korupsi secara berkesinambungan. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search