IMF Meminta China Lebih Fleksibel dalam Kebijakan Mata Uangnya

IMF Meminta China Lebih Fleksibel dalam Kebijakan Mata Uangnya

Kamis, 07 Mei 2015 15:24:17 WIB

Monexnews - Selain mengutarakan pandangannya tentang dinamika ekonomi di Asia Pasifik, Dana Moneter Internasional (IMF) secara khusus mengungkapkan penilaiannya tentang China. Menurut lembaga simpan pinjam ini, pemerintah Tiongkok harus lebih fleksibel dalam menerapkan kebijakan mata uangnya. Seperti diketahui, pemerintah China memiliki kebijakan ketat menyangkut pergerakan nilai tukar Yuan atau Renminbi. Mereka tidak pernah membiarkan kurs mata uangnya menguat karena ingin mengambil keuntungan dari pemasukan di sektor ekspor. Salah satu caranya adalah dengan memasang paritas Yuan terhadap US Dollar setiap hari sehingga pergerakan harga kurs di pasar menjadi semu. IMF khawatir kalau China semakin agresif melakukan intervensi di pasar uang karena perekonomiannya sedang melambat. Lembaga ini menyarankan Beijing untuk lebih fokus mengelola kebijakan fiskalnya ketimbang mengambil keuntungan dari kurs murah. IMF sendiri masih optimis China mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 6% pada 2017 mendatang. Sementara untuk saat ini pertumbuhan domestik bruto (GDP)-nya tercatat sebesar 7% di kuartal pertama lalu atau persentase terendah sejak krisis keuangan tahun 2009. Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang mengkritik kebijakan mata uang Tiongkok selama beberapa tahun terakhir. Kementerian Keuangannya meminta China supaya lebih memperlonggar pembatasan nilai tukar Yuan, meski di saat yang sama mengakui kalau sudah ada fleksibilitas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di samping memberi masukan terkait mata uang, IMF juga menyerukan Beijing supaya melaksanakan cetak biru reformasi nasional yang dirancang tahun 2013. Tujuannya adalah agar tidak ada ketergantungan yang tinggi terhadap sektor perumahan, industri berat dan permintaan dari luar negeri. Konsumsi memang menjadi hal utama yang dibahas oleh IMF sebagai bekal untuk memajukan ekonomi. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search