IMF Pangkas Angka Pertumbuhan Global Tahun 2019

IMF Pangkas Angka Pertumbuhan Global Tahun 2019

Selasa, 09 Oktober 2018 09:50:49 WIB

International Monetary Fund (IMF) memangkas ekspektasi angka pertumbuhan global untuk tahun 2019 mendatang. Awalnya IMF memberikan outlook bahwa pertumbuhan ekonomi global akan tumbuh 3,9%, hari ini angka tersebut dipangkas 0,2% menjadi 3,7%.

Angka ini berdasarkan laporan World Economic Outlook yang baru saja dirilis pada pertemuan IMF dan World Bank di Bali, Indonesia.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah dampak perang perdagangan yang selama ini digaungkan oleh AS kepada setiap negara mitra dagang utamanya, terutama China.

Ketua Ekonom IMF, Maurice Obstfeld, dalam pidatonya menjelaskan ada tiga hal ini yang dapat mengintervensi dan mengganggu rantai ekonomi secara global.

1. Perjanjian baru dari NAFTA yang kini sudah berubah menjadi US-Mexico-Canada Agreement (USMCA) dengan serangkaian kesepakatan baru.
2. Kesepakatan Brexit yang akan sangat berpengaruh pada perekonomian zona euro.
3. Kenaikan tarif impor yang dilakukan oleh AS dan China yang akan sangat berdampak pada kondisi makro ekonomi.

IMF juga memangkas angka perdagangan global di angka 4,2% untuk tahun ini dan 4% untuk tahun depan. Angka tersebut dipangkas 0,6% dan 0,5% dari estimasi sebelumnya.

Yang Terjadi di Negara Emerging Market

Obstfeld menjelaskan bahwa penurunan angka pertumbuhan ekonomi ini karena banyaknya tekanan yang terjadi di negara emerging market. Terutama di Argentina, Brazil, Meksiko, Iran, dan Turki.

Argentina dan Turki sudah terkena dampak hingga membuat mata uang mereka terdepresiasi ke level rendah sepanjang masa.

Secara luas IMF mengatakan bahwa telah terjadi penurunan angka investasi, manufaktur, dan angka pertumbuhan perdagangan di negara emerging market. Arus modal dari negara-negara ini justru dialihkan keluar, khususnya pada dollar AS dengan sikap kebijakan moneter The Fed yang sudah menaikkan suku bunganya tiga kali pada tahun ini. Satu kali kenaikan lagi akan terjadi pada bulan Desember nanti.


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search