Impor Migas Picu Defisit Perdagangan RI

Impor Migas Picu Defisit Perdagangan RI

Senin, 03 November 2014 13:11:44 WIB

Monexnews - Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada bulan September 2014. Defisit trade balance RI tercatat sebesar US$270,3 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Besarnya defisit sektor migas membuat neraca perdagangan RI timpang. Impor minyak dari luar negeri menyebabkan defisit migas membengkak jadi $1,03 miliar, padahal di saat yang sama neraca perdagangan sektor non-migas surplus $0,76 miliar. Defisit September merupakan defisit bulanan ke-5 di tahun 2014 namun menurut Badan Pusat Statistik, nilainya semakin mengecil dari waktu ke waktu. Sebelumnya, defisit neraca perdagangan Indonesia terjadi pada Januari ($443,9 juta), April ($1,69 miliar), Juni ($228,3 juta) dan Agustus ($ 311,5 juta). Jika dilihat dari volume perdagangan, neraca volume perdagangan Indonesia surplus 32,88 juta ton di bulan September 2014. Surplus neraca non-migas yang sebesar 33,29 juta ton membantu terciptanya surplus meski di saat yang sama sektor migas defisit 0,41 juta ton. Indonesia hanya mampu meraup pemasukan ekspor $15,28 miliar sementara impornya mencapai $15,55 miliar. Secara kumulatif ekspor Indonesia Januari-September 2014 mencapai $132,71 miliar atau turun 0,93% dibanding periode yang sama tahun 2013. Demikian juga ekspor non-migas, yang jumlahnya turun 0,81% menjadi $109,30 miliar. Adapun impor Indonesia September 2014 tercatat sebesar $15,55 miliar atau naik 5,09% dibanding Agustus 2014. Sementara jika dibandingkan dengan September 2013 angkanya naik 0,23%. Total nilai impor Januari September 2014 mencapai $134,37 miliar atau turun 4,26% jika dibanding periode yang sama tahun 2013. Nilai impor migas adalah sebesar $33,02 miliar atau turun 1,82% dan impor non-migas sebesar $101,35 miliar (turun 5,03%). (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search