Indeks Kepercayaan Bisnis di Asia Masih Rendah

Indeks Kepercayaan Bisnis di Asia Masih Rendah

Rabu, 19 Desember 2018 10:23:42 WIB

Tingkat keyakinan di antara perusahaan-perusahaan Asia pada kuartal keempat berada di titik rendah karena mereka menunggu untuk melihat apakah akan ada terobosan dalam sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China, demikian menurut survei yang dilakukan Thomson Reuters / INSEAD.

Mewakili prospek enam bulan dari 84 perusahaan, Indeks Sentimen Bisnis Asia Thomson Reuters / INSEAD naik tipis menjadi 63 pada kuartal Oktober-Desember, sedikit di atas terendah hampir tiga tahun dari yang terlihat pada periode sebelumnya di angka 58.

Sebenarnya angka di atas 50 menunjukkan pandangan positif. Tetapi hasil terbaru ini masih menandai salah satu pembacaan terendah sejak kejatuhan pasar saham Cina pada pertengahan 2015 mengguncang pasar dunia.

"Ini menegaskan pembacaan kuartal sebelumnya: ada lebih banyak ketidakpastian, ada kekhawatiran yang meningkat tentang pertumbuhan ekonomi," kata Antonio Fatas, seorang profesor ekonomi berbasis di Singapura di sekolah bisnis global INSEAD.

"Ini tidak berarti akan ada krisis selama kuartal berikutnya, tetapi jika ada, ini merupakan indikasi bahwa itu tidak akan menjadi kejutan besar bagi beberapa orang."

Sekali lagi, perang perdagangan global disebut sebagai risiko bisnis utama oleh responden. Perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia China dan suku bunga yang lebih tinggi dari The Fed juga disebut sebagai faktor risiko. Survei ini dilakukan di 11 negara Asia-Pasifik, di berbagai sektor dari 30 November hingga 14 Desember.


(Irdy)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search