Indonesia Alami Deflasi di Bulan April 2014

Indonesia Alami Deflasi di Bulan April 2014

Jum'at, 02 Mei 2014 11:14:39 WIB

Monexnews - Kabar baik muncul dari laporan harga produk konsumen Indonesia beberapa saat lalu. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa tekanan harga berkurang dan berbalik menjadi deflasi di bulan April, sejalan dengan keinginan pemerintah. Consumer price index, indikator inflasi nasional, naik 7.25% dibandingkan bulan April 2013. Tekanan inflasi bulan lalu lebih rendah dibandingkan torehan inflasi periode Maret yang sebesar 7.32% dan inflasi Februari yang sebesar 7.75%. Faktor utama yang meredam tekanan inflasi yaitu musim panen bahan pangan di beberapa wilayah, yang berujung pada meningkatnya suplai makanan di level konsumen. Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2014, tingkat harga-harga turun 0.02% (deflasi), atau bertolakbelakang dengan kenaikan harga di bulan Maret yang sebesar 0.08%. "Kenaikan harga-harga relatif terkendali bulan April," ujar Kepala BPS, Suryamin, di hadapan awak media. Sebanyak 10 ekonom yang disurvei oleh Wall Street Journal memprediksi inflasi tahunan sebesar 7.32% di bulan April dan sebanyak 8 di antaranya memperkirakan infasi bulanan sebesar 0.04%. Inflasi inti tahunan untuk periode April 2014 adalah sebesar 4.66% atau naik dibandingkan catatan bulan Maret yang sebesar 4.61%. Investor meyakini Indonesia kembali menjadi lokasi penanaman modal yang atraktif karena pemerintah mulai berhasil menjaga stabilitas harga. Bank Indonesia sendiri sudah menaikkan suku bunga sebanyak total 1.75 poin persentase sejak bulan Juni hingga November lalu guna mambantu penguatan mata uang Rupiah, yang nilainya merosot sampai 21% terhadap Dollar sepanjang 2013. Suku bunga yang tinggi sukses membendung laju inflasi dan menggerus defisit neraca transaksi berjalan meskipun juga berakibat pada penurunan kinerja ekonomi. Hasilnya, perekonomian Indonesia hanya tumbuh 5.8% pada tahun 2013, atau rasio terendahnya sejak Maret 2009. Terlepas dari bagusnya data hari ini, laju inflasi masih di atas target akhir tahun 2014 yaitu di 3.5%-5.5%. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search