Indonesia Masih Waspadai Perlambatan Ekonomi Dunia dan Risiko Kebijakan Moneter AS

Indonesia Masih Waspadai Perlambatan Ekonomi Dunia dan Risiko Kebijakan Moneter AS

Kamis, 14 Mei 2015 11:01:55 WIB

Monexnews - Di tengah kinerja sektor keuangan yang masih menunjukkan tren positif, Indonesia tetap harus mewaspadai berbagai tantangan yang tidak mudah, terutama dari sisi eksternal. Hal ini diperkuat dengan direvisinya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia untuk tahun ini, menjadi sekitar 3,1 persen. Dari World Economic Outlook IMF, kita melihat bahwa prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2015 sudah diturunkan menjadi 3,1 persen untuk pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2015, jelas Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dalam seminar Strategi Mewujudkan Arsitektur Sistem Keuangan dan Perbankan Nasional yang Tangguh yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi pada Rabu (13/5) di Jakarta. Sebelumnya, pada awal Januari lalu, IMF memproyeksi perekonomian dunia dapat tumbuh pada kisaran 3,6 persen pada tahun ini. Revisi atas prediksi pertumbuhan ekonomi dunia tersebut, lanjut Menkeu, membuat beberapa perekonomian besar dunia juga mengalami perlambatan pertumbuhan. Yang utama adalah Tiongkok, kata Menkeu. Ia menambahkan, perekonomian Tiongkok untuk tahun 2015 ini diperkirakan hanya akan tumbuh di kisaran 6,8 persen. Prediksi sekitar 6,8 sampai 7 persen adalah prediksi yang lebih masuk akal untuk ekonomi Tiongkok yang baisanya di masa lalu bisa tumbuh di atas 10 persen dan dalam jangka waktu yang begitu lama, jelasnya. Selain perlambatan di global dan beberapa perekonomian penting, di sisi lain, Indonesia juga dihadapkan pada risiko global dari normalisasi kebijakan moneter di Amerika Serikat. Hal ini sebagai akibat dari belum stabilnya pemulihan ekonomi di Amerika Serikat. Memang proses recovery ekonomi di Amerika (Serikat) sudah berjalan, tetapi banyak pihak di Amerika sendiri yang menganggap itu belum stabil. Belum stabil dalam konteks penciptaan lapangan kerja, pengurangan pengangguran, ternyata belum seperti yang diharapkan, ungkapnya.(nv)
Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia
www.kemenkeu.go.id
-Disadur tanpa penyuntingan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search