Indonesia Terlihat Berkesempatan Longgarkan Kebijakan Moneter Di Tahun 2015

Indonesia Terlihat Berkesempatan Longgarkan Kebijakan Moneter Di Tahun 2015

Rabu, 16 April 2014 16:52:23 WIB

Monexnews -

Indonesia akan memiliki kesempatan untuk melonggarkan kebijakan moneter pada tahun depan seiring meredanya inflasi, setelah mempertahankan sikap pengetatan moneter di tahun 2014, kata deputi gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah.

Tekanan inflasi telah mereda setelah suku bunga di naikan pada tahun lalu, kata Alamsyah dalam sebuah wawancara di Bank Indonesia di Jakarta kemarin. Kenaikan harga konsumen kemungkinan akan melambat menjadi sekitar 5 persen pada akhir tahun ini dan kurang dari 4,5 persen di tahun 2015, katanya.

Kami tidak mengesampingkan untuk perubahan sikap dalam kebijakan moneter pada tahun depan, kata Alamsyah, yang merupakan salah satu dari lima deputi di BI. Suku bunga yang tinggi telah menyebabkan penyesuaian ekonomi, dan jika ekonomi AS, China dan Jepang pulih, ini adalah kesempatan kita, katanya.

Indonesia, yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara mulai dapatkan kembali kepercayaan investor pada tahun ini di tengah pemilu nasional yang memacu tingkat belanja yang besar di saat terjadinya siklus suku bunga terketat dalam delapan tahun terakhir di tahun 2013 untuk membantu meredam defisit transaksi berjalan dan menurunkan tekanan harga. Rupiah telah rebound untuk menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di wilayahnya setelah membuntuti pergerakan mata uang utama Asia pada tahun lalu.

Kami memiliki bahan dasar, seperti stabilnya inflasi dan rupiah telah mendukung ekspor serta keseimbangan dalam transaksi berjalan, kata Alamsyah.

Rupiah pada sore ini turun sebesar 0.1% menjadi 11.430 per dollar. Rupiah telah menguat lebih dari 6 persen pada tahun ini, yang merupakan salah satu yang terbaik di antara 11 mata uang Asia yang di ikuti oleh Bloomberg. Imbal hasil pada obligasi pemerintah bertenor lima tahun turun sebanyak satu basis poin, atay 0.01 persen, menjadi 7.58 persen, merupakan yang terendah sejak November, menurut data dari Inter Dealer Market Association.

(fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search