Industri Otomotif Eropa Kian Terpuruk

Industri Otomotif Eropa Kian Terpuruk

Senin, 17 Juni 2013 16:10:25 WIB

Monexnews -

Produsen mobil Eropa kian tenggelam dalam kesulitan, terhambat persoalan ekonomi yang belum juga melunak. Angka penjualan turun dalam lima tahun berturut-turut, dan tampaknya akan memasuki tahun keenam pada 2013.

Sejumlah besar

manufaktur merugi. Namun, pemerintah dan serikat pekerja justru berusaha menumbangkan restrukturisasi sehingga menyebabkan jumlah pabrik yang tak menguntungkan kini bertambah, sebanyak 58 dari 100 pabrik perakitan otomotif terbesar di Eropa beroperasi di bawah 75% dari kapasitas mereka. Pada level semacam ini, pabrik mobil biasanya akan merugi.

Meningkatnya jumlah pabrik yang menganggur memperlihatkan perbedaan tanggapan Amerika Serikat dan Eropa dalam mengatasi krisis industri otomotif. Untuk kasus ini, perbandingan dapat dilihat dari cara produsen mobil di Detroit, Amerika, berjuang sepanjang periode 2008 dan 2009.

Di Detroit, kebijakan pemerintah federal memicu pelemahan General Motors Co (GM) dan Chrysler Group LLC. Mereka akhirnya bangkrut, sehingga terpaksa menutup barisan pabrik, merumahkan karyawan, sekaligus memangkas jaringan penjual.

Namun kini GM kembali tumbuh dan mencetak keuntungan. Hal yang sama juga terjadi di Chrysler, yang mayoritas sahamnya dimiliki Fiat SpA Italia. Sementara itu di Eropa, pemerintah dan serikat buruh berupaya mencegah penutupan pabrik untuk mempertahankan pekerjaan. Hambatan ini menunda restrukturisasi, sehingga menyulitkan produsen otomotif untuk kembali meraih keuntungan.

(Sap)


(Sap)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search