Inflasi Konsumen China Kembali Turun Di Bulan April

Inflasi Konsumen China Kembali Turun Di Bulan April

Jum'at, 09 Mei 2014 10:22:05 WIB

Monexnews -

Tingkat inflasi konsumen di China moderat ke level terendah dalam 18 bulan dan penurunan dalam harga factory-gate bertahan, ini memberikan pemerintah lebih banyak ruang untuk pelonggaran kebijakan jika pertumbuhan terus melambat. Indeks harga konsumen naik sebesar 1.8% dari setahun yang lalu di bulan April, di laporkan oleh biro statistik nasional pada hari ini Beijing. Itu di bandingkan dengan estimasi median untuk kenaikan 2.1% dalam hasil survey Bloomberg dan kenaikan 2.4% di bulan Maret. Indeks harga produsen turun sebesar 2%, ini merupakan penurunan ke 26 kali beruntun, setelah penurunan sebesar 2.3% pada bulan lalu. Data pada hari ini menambahkan tanda-tanda bahwa permintaan domestik masih lesu, dengan turunnya harga komoditas telah memperburuk kelebihan kapasitas di dalam industri yang termasuk di antaranya baja dan semen. Lemahnya tekanan inflasi akan memungkinkan People Bank of China untuk memperlonggar kebijakan moneter untuk mendukung ekonomi jika target pertumbuhan ekonomi setahun penuh di level 7.5% dari Perdana Menteri Li Keqiang mulai terancam. Kami percaya bahwa pada waktunya PBOC akan merenungkan kebijakan pelonggaran moneter lebih lanjut, kata Liu Li-Gang, kepala ekonom di Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di Hong Kong. Resiko terhadap deflasi telah meningkat, dan pemangkasan rasio cadangan devisa perbankan dapat membantu dalam makna turunkan suku bunga kredit yang di hadapi oleh pengusaha China, kata Liu. (fsyl)


(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search