Inggris Takut Berlakukan Sanksi Ekonomi kepada Rusia

Inggris Takut Berlakukan Sanksi Ekonomi kepada Rusia

Selasa, 04 Maret 2014 15:51:08 WIB

Monexnews - Pemerintah Inggris berencana untuk tidak memberlakukan sanksi kepada Rusia atas keterlibatannya dalam krisis di Ukraina. Pihak London menilai embargo perdagangan dengan negara eks-Soviet itu hanya akan menghambat upaya pertumbuhan ekonomi dalam negerinya. Menurut sumber pemerintahan yang dikutip oleh media Daily Telegraph, Perdana Menteri David Cameron memang sempat mengatakan dirinya akan melakukan pendekatan diplomatik, politik dan ekonomi untuk menekan pihak Rusia. Namun komentar Cameron sepertinya hanya gertak sambal karena kabinet Inggris konon khawatir dengan prospek ekonomi nasional jika negara itu kehilangan salah satu mitra dagangnya. Menurut bocoran dokumen yang diterima media dari kediaman Perdana Menteri, pemerintah Inggris sangat khawatir dengan efek embargo Rusia terhadap perekonomiannya. Salah satu kutipan dari dokumen itu berbunyi, "Inggris untuk saat ini sebaiknya tidak mendukung sanksi untuk Rusia atau menutup lalu lintas keuangan yang terkait dengan nagara itu". Surat tertulis itu kemungkinan berasal dari kantor administrasi pemerintah dan ditujukan kepada otoritas keamanan nasional. Selain dalam aspek ekonomi, Inggris juga tidak akan mendukung persiapan militer NATO untuk mengamankan Ukraina. Dalam dokumen yang sama disebutkan kalau Inggris akan menyerahkan upaya penyelesaian krisis di Eropa Timur kepada pihak PBB ketimbang Uni Eropa. Sebagai lembaga internasional tertinggi, PBB dianggap lebih pantas mengirimkan tim pemantaunya ke Ukraina. Cameron konon juga lebih suka jika melemparkan isu ini kepada lembaga berwenang ketimbang memberikan sanksi langsung kepada Rusia, misalnya dengan membekukan visa atau mengumumkan larang kunjungan ke negara komunis itu,. Bocornya isi dokumen yang dibawa oleh Hugh Powell, Wakil Penasihat Keamanan Nasional, kemungkinan akan membuat PM Cameron malu di hadapan sekutunya, terutama Amerika Serikat. Mengingat selama ini Inggris dikenal selalu taat kepada Gedung Putih dalam hal diplomasi politik internasional. Pihak pemerintah sendiri belum bisa dimintai komentar terkait substansi dokumen yang dipublikasikan oleh Daily Telegraph. (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search