Investor Yakini Pemerintah Serius Bangun Kilang Minyak

Investor Yakini Pemerintah Serius Bangun Kilang Minyak

Jum'at, 14 Februari 2014 10:39:13 WIB

Monexnews -Pemerintah menawarkan proyek pembangunan kilang minyak di Bontang, Kalimatan Timur dengan kapasitas 300 ribu barel per hari. Penawaran ini dilakukan dalam market consultation di Singapura awal pekan ini. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) II Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan bahwa pembangunan kilang baru ini akan memberikan kontribusi untuk kemandirian energi. Selain itu, pembangunan ini juga diharapkan dapat memberikan standar dalam hal teknologi, efisiensi dan pembangunan ekonomi. Ia menambahkan, pertemuan di Singapura tersebut telah menghasilkan dua hal penting. Pertama, investor meyakini pemerintah serius akan membangun kilang. Selama ini, pemerintah dinilai sering false start, seolah-olah akan memulai tetapi tidak terealisasi. Jadi dengan kita datang, dengan struktur lebih jelas, kita yakinkan mereka, papar Wamenkeu II di Jakarta, Rabu (12/2). Kedua, peserta pertemuan mencapai 38 perusahaan besar, yang antara lain berasal dari Jepang, China dan Timur Tengah, yang tidak hanya berasal dari sektor perminyakan, tetapi juga perusahaan kontruksi. Yang datang perusahaan gede-gede, kayak Kuwait Petroleum Corporation (KPC), Arab Aramco, perusahaan Multinational Corporation (MNC), tuturnya. Proyek tersebut, lanjutnya, akan menggunakan sistem lelang internasional, dimana lelang ditargetkan selesai pada 2018 mendatang. Menurutnya, penggunaan sistem lelang internasional lebih menguntungkan karena dapat memperbandingkan satu perusahaan dengan yang lain secara lebih objektif. Ia menambahkan, kemungkinan besar proyek ini akan dilakukan secara konsorsium, karena besarnya pembangunan yang akan dilakukan. Size project-nya gede. Nah yang paling penting hampir semua menyatakan ketertarikan melihat skema. Kita akan tindak lanjut dalam komunikasi dengan yang tertarik berkomunikasi. Ada enam perusahaan yang melakukan pertemuan one on one dengan kita, tapi keenamnya itu akan bikin konsorsium juga. Saya yakin, sebenarnya akan lebih banyak lagi yang akan berkomunikasi, paparnya.(ans)
Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia www.kemenkeu.go.id *disadur tanpa perubahan (dim)


(dim)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
CAPTCHA
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search