Jepang - Korsel Perang Kebijakan, Berpotensi Menyeret Turun Ekonomi Kedua Negara

Jepang - Korsel Perang Kebijakan, Berpotensi Menyeret Turun Ekonomi Kedua Negara

Selasa, 09 Juli 2019 11:41:43 WIB
Hubungan antara Jepang dan Korea Selatan terlihat memburuk akhir-akhir ini, khususnya setelah pada hari Jumat lalu Perdana Menteri Jepang memberlakukan pembatasan baru pada ekspor yang dapat memukul industri teknologi Korea Selatan. Sebagai tanggapannya, beberapa warga Korea menyerukan untuk memboikot barang-barang Jepang.

Ketika Amerika Serikat dan China, dua negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia, masih saling terlibat dalam pertarungan kenaikan tarif yang luas di antara mereka, saat ini dua pemain ekonomi utama di Asia tampaknya mendekati perang dagang mereka sendiri karena ketegangan politik.

Scott Seaman, direktur untuk Asia di konsultan politik Grup Eurasia mengatakan bahwa kedua pemerintahan akan terlihat dalam pertukaran langkah-langkah balas dendam untuk setidaknya beberapa bulan yang kedepannya dapat memperburuk hubungan bilateral mereka.

Eskalasi terbaru tampaknya sebagian disebabkan oleh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in yang gagal membuat kemajuan dalam ketidaksepakatan yang luar biasa pada pertemuan KTT G-20 pada bulan lalu.

Menurut seaman, Abe "tampaknya sangat kesal" oleh kegagalan untuk menyelesaiakn "perbedaan dalam penanganan putusan pengadilan Korea Selatan baru-baru ini yang memberikan ganti rugi kepada orang Korea yang mengklaim telah dipaksa kerja untuk perusahaan Jepang selama Perang Dunia II.
(fsyl)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search