Jepang Jadi "Incaran" Kenaikan Tarif Impor AS Selanjutnya

Jepang Jadi "Incaran" Kenaikan Tarif Impor AS Selanjutnya

Jum'at, 07 September 2018 16:48:51 WIB

Pernyataan Presiden AS Donald Trump kembali berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar global terutama terkait eskalasi perang dagang antara AS dengan negara mitra dagangnya. Wawancara yang dilakukan oleh Wall Street Journal dengan Trump menyebutkan bahwa Jepang diproyeksikan untuk "membayar lebih".

Para analis melihat bahwa pernyataan Trump tersebut bisa saja terjadi setelah perjanjian baru NAFTA selesai dan disetujui oleh Kanada dan Meksiko. Setelah urusan tersebut selesai, Trump akan mengincar negara mitra dagangnya di Asia yaitu Jepang sebagai yang pertama. Barang ataupun produk yang diperkirakan akan diincar kenaikan tarif impor adalah sektor otomotif dari Jepang. Pihak pemerintah Trump memang menargetkan untuk menaikkan tarif impor sektor otomotif hingga 25% dari negara-negara pengimpor mobil termasuk Jepang dan Jerman.

Jepang disebut sebagai negara ketiga terbesar - setelah China dan Meksiko - yang "menyumbangkan" defisit perdagangan di AS. Mengacu pada Biro Sensus AS, defisit perdagangan AS dalam sektor otomotif mencapai $54 milyar.

Meski begitu, beberapa analis melihat harus ada pertimbangan terhadap kebijakan proteksionisme terhadap Jepang. Pasalnya ada indikasi bahwa pernyataan tersebut sebagai bentuk tekanan atas perjanjian perdagangan bilateral antara AS dan Jepang.

Kabar ini telah menjadi sempat sentimen positif bagi kurs yen terhadap dollar yang memegang titel sebagai aset safe haven yen dan menekan pasangan USDJPY. Namun tampaknya pelemahan dollar terhadap yen tidak berlangsung lama karena investor hari ini mengantisipasi akan rilis data non-farm payroll dari AS.


(dny)

Lihat Disclaimer
   
KIRIM KOMENTAR ANDA
Upload
0 KOMENTAR
Update terus mengenai promo, tools dan berita terbaru dari Monex
Monexnews.com menyajikan berita ekonomi terkini. Fokus pemberitaan monexnews adalah berita forex, saham, valuta asing, pergerakan nilai tukar dollar dan kurs mata uang utama lainnya, komoditi, harga emas logam mulia dan harga minyak dunia. Dilengkapi analisa harian dan indikator pasar keuangan dunia hari ini, rubrik belajar trading serta investasi online.

Search